NOC Klarifikasi soal Kabar Intimidasi Atlet Kickboxing Indonesia di SEA Games 2025

Haris Medium.jpeg

Rabu, 24 Desember 2025 – 18:06 WIB

Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari (Foto: inilahcom/harris)

Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari (Foto: inilahcom/harris)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari, membantah telah melakukan intimidasi terhadap atlet kickboxing Indonesia, Andi Mesyara Jerni Maswara di SEA Games 2025.

Semula, Jerni dalam akun media sosial pribadinya mengklaim mendapat tindakan kurang mengenakkan dari perwakilan NOC Indonesia, terutama jelang penyerahan medali kelas 50 kilogram putri, Selasa (16/12/2025), di Assumption University, Suvarnabhumi Campus, Samut Prakan, Thailand.

Ia mengaku, diminta untuk menghapus unggahan video di media sosial apabila ingin naik ke podium.

Diketahui Jerni mengunggah video berisi kekecewaan terhadap perlakuan juri dan ofisial pertandingan saat turun bertanding di SEA Games 2025.

Namun, pada akhirnya, sang atlet menghapus video tersebut dan melakukan klarifikasi serta permintaan maaf kepada pihak Asian Kickboxing Confederation (AKC).

Okto sapaan karib Raja Sapta mengatakan, AKC punya regulasi khusus soal penggunaan media sosial terhadap atlet. Sehingga, atlet tidak bisa sembarangan mengunggah pernyataan di media sosial pribadinya. Sebab itu, unggahan video Jerni dipandang menyalahi aturan.

“Tidak banyak federasi internasional cabang olahraga yang punya aturan tertentu soal media sosial. Kebetulan, di kickboxing ini punya aturan itu,” ucapnya Okto di Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (24/12/2025).

Okto tak menampik, awalnya Jerni justru terancam didiskualifikasi dan tidak mendapat medali, lantaran mengunggah video kritik ke penyelenggara SEA Games di media sosial.

Namun pihaknya, dalam hal ini diwakili oleh Anggota Exco KOI Indonesia Krisna Bayu, melobi panitia penyelenggara agar medali tetap diberikan kepada atlet tersebut.

“Sebelumnya atlet ini tidak dikasih medali. Akhirnya medali itu tetap diberi berkat diplomasi saudara Bayu. Jadi saya pastikan tidak ada intimidasi,” terang Okto.

Dalam kesempatan tersebut, Okto juga mengimbau kepada Jerni untuk datang ke Kantor KOI bila ingin dan butuh penjelasa detail. Pihaknya siap menyambut kedatangan sang atlet.

“Saya imbau kepada atlet tersebut kalau masih kurang berkenan, silakan datang ke NOC Indonesia dan kami siap untuk menjelaskannya secara terperinci agar kejadian ini tak terulang kembali,” jelas dia.