Pada usia 40 tahun, Manuel Neuer berada di ambang mencetak sejarah baru. Jika tampil melawan Pantai Gading, veteran Jerman itu akan menjadi kiper dengan jumlah penampilan terbanyak dalam sejarah kompetisi tersebut.
Jika Manuel Neuer kembali mengawal gawang Jerman pada pertandingan kedua mereka di Piala Dunia FIFA 2026 melawan Pantai Gading di Toronto, Sabtu nanti, ia sekali lagi akan mengukir namanya dalam buku sejarah. Legenda Bayern Munchen berusia 40 tahun itu berpeluang menjadi kiper dengan jumlah penampilan terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia FIFA.
Neuer, yang telah menghiasi panggung sepak bola dunia selama dua dekade terakhir, kini berada di ambang mencatatkan rekor baru. Momen itu datang tidak lama setelah ia menyamai rekor Jerman milik Lothar Matthaus dengan tampil pada edisi kelimanya di ajang sepakbola terbesar dunia tersebut.
Mantan penjaga gawang Schalke itu hampir tanpa putus menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang Jerman sejak Piala Dunia FIFA 2010 di Afrika Selatan. Dalam kemenangan 7-1 atas pendatang baru turnamen, Curacao, pada laga pembuka mereka Minggu lalu, Neuer menyamai catatan Hugo Lloris dengan total 20 penampilan di Piala Dunia FIFA.
Momen paling berkesan Neuer di panggung dunia bisa dibilang terjadi pada pertandingan babak 16 besar melawan Aljazair pada 30 Juni 2014. Dalam penampilan yang dikenang sepanjang masa, pria kelahiran Gelsenkirchen itu tidak hanya menunggu kesempatan untuk menunjukkan refleks luar biasanya di bawah mistar.
Sebaliknya, ia bermain berani dengan berkali-kali meninggalkan area gawangnya untuk mematahkan ancaman lawan secara spektakuler. Penampilan tersebut menjadi sebuah mahakarya sweeper-keeper yang mengubah cara pandang terhadap peran penjaga gawang nomor satu, dan hingga kini tetap menjadi bagian penting dari perjalanan Jerman menuju gelar juara dunia pada tahun itu.
Melompat ke tahun 2026, semangat dan ambisi Neuer yang tak pernah pudar kembali terlihat jelas setelah pertandingan melawan Curacao. “Kami benar-benar menikmati pertandingan itu, dan para pemain yang masuk sebagai pengganti membawa energi yang luar biasa,” ujar pemain sarat pengalaman tersebut kepada stasiun televisi Magenta seusai laga.
“Saya masih ingat debut saya di Piala Dunia FIFA, melawan Australia pada 2010. Saya menikmati turnamen ini seolah-olah ini adalah Piala Dunia FIFA pertama saya. Jika Anda mencintai sepakbola, Anda akan mencintainya sepenuh hati. Karena itulah tampil di Piala Dunia FIFA untuk kelima kalinya menjadi sesuatu yang sangat spesial bagi saya.”
Dengan tampil melawan tim Karibia tersebut pada usia 40 tahun 79 hari, Neuer menjadi pemain Jerman tertua yang pernah tampil di turnamen besar, melampaui rekor yang sebelumnya dipegang Lothar Matthaus pada EURO 2000.
Sang kiper yang baru kembali membela tim nasional setelah hampir dua tahun tentu sangat gembira: “Saya sudah menantikan ini dan menghitung hari demi hari: saya benar-benar sangat siap. Rasanya menyenangkan bisa kembali bermain di lapangan bersama rekan-rekan.”
Pada Sabtu ini, Jerman melanjutkan perjalanan mereka di laga kedua Grup E melawan Pantai Gading. Pertandingan melawan Les Éléphants menjadi peluang besar, dengan tiket ke fase gugur yang sudah berada dalam jangkauan. Bahkan, juara dunia empat kali itu bisa memastikan posisi puncak grup jika hasil pertandingan antara Curaçao dan Ekuador berpihak kepada mereka.
Neuer akan bersiap menghadapi ujian yang jauh lebih berat melawan Pantai Gading yang bertubuh kuat dibandingkan laga sebelumnya yang berlangsung berat sebelah melawan Curaçao. Namun apa pun yang terjadi, kiper veteran Jerman yang seakan tak lekang oleh waktu itu tetap berharap bisa terus berperan dalam membawa timnya melangkah lebih jauh, dengan tujuan akhir meraih gelar juara—sekaligus menambah jumlah penampilannya di ajang utama sepakbola FIFA menjadi 27 pertandingan.









