Musik Bisa Jadi Obat Manjur Penangkal Demensia dan Penjaga Waras di Usia Senja

Ikhsan Medium.jpeg

Minggu, 21 Desember 2025 – 19:20 WIB

Penelitian terbaru Monash University mengungkap rahasia otak sehat di usia tua. Cukup dengarkan musik, risiko demensia dan gangguan memori turun drastis. (Foto: stuff.co.nz)

Penelitian terbaru Monash University mengungkap rahasia otak sehat di usia tua. Cukup dengarkan musik, risiko demensia dan gangguan memori turun drastis. (Foto: stuff.co.nz)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Kabar gembira bagi Anda para penikmat nada. Sebuah studi terbaru dari Australia mengonfirmasi bahwa musik bukan sekadar hiburan penghalau sepi, melainkan investasi berharga bagi kesehatan otak. Kebiasaan mendengarkan atau memainkan alat musik ternyata mampu memangkas risiko demensia secara signifikan, bahkan hingga angka 40 persen.

Riset mendalam yang dilakukan oleh Monash University ini melibatkan lebih dari 10.000 responden berusia 70 tahun ke atas. Hasilnya cukup mencengangkan. Mereka yang rutin terpapar alunan musik memiliki kemungkinan 39 persen lebih rendah untuk mengalami demensia dibandingkan mereka yang jarang bersentuhan dengan melodi.

Menjaga Memori Tanpa Kimia

Tak hanya soal demensia, penelitian yang menggunakan data dari proyek ASPirin in Reducing Events in the Elderly (ASPREE) ini mencatat bahwa musik berkaitan erat dengan rendahnya risiko gangguan fungsi otak sebesar 17 persen. Musik bekerja dengan cara yang unik; ia membantu menjaga daya ingat jangka pendek –sebuah instrumen krusial untuk mengingat kejadian sehari-hari agar tidak mudah lupa.

Bagi mereka yang aktif memainkan instrumen, manfaatnya pun setali tiga uang. Risiko penurunan fungsi kognitif tercatat lebih rendah 35 persen. Bahkan, kombinasi antara mendengarkan dan memainkan musik mampu menekan gangguan kognitif hingga 22 persen.

Peneliti utama, Emma Jaffa, menegaskan bahwa musik adalah strategi yang paling mudah diakses untuk menjaga kesehatan kognitif. “Ini adalah cara sederhana tanpa harus bergantung pada intervensi obat-obatan,” ujarnya.

Gaya Hidup Adalah Kunci

Penulis senior penelitian ini, Profesor Joanne Ryan, menambahkan sebuah perspektif penting: penuaan otak tidak melulu soal genetik. Pilihan gaya hidup dan lingkungan memegang peranan vital dalam menentukan seberapa cepat otak seseorang mengalami penurunan fungsi.

Mengingat hingga saat ini belum ditemukan obat medis yang mampu menyembuhkan demensia secara total, langkah preventif menjadi harga mati. Menjadikan musik sebagai bagian dari keseharian bukan hanya soal hobi, melainkan upaya menyenangkan untuk menunda datangnya kepikunan di masa tua. Jadi, jangan ragu untuk kembali memutar piringan hitam atau memetik senar gitar Anda hari ini.