Muhadkly Acho Ungkap Makna Dibalik Adegan Telur Rebus di Film Agak Laen: Menyala Pantiku!

syahidan.jpg

Sabtu, 13 Desember 2025 – 14:24 WIB

Sutradara Agak Laen: Menyala Pantiku! Muhadkly Acho saat mengarahkan Tika Pangabean untuk salah satu scene filmnya. (Dokumentasi: Tangkapan layar dari Instagram Muhadkly Acho).

Sutradara Agak Laen: Menyala Pantiku! Muhadkly Acho saat mengarahkan Tika Pangabean untuk salah satu scene filmnya. (Dokumentasi: Tangkapan layar dari Instagram Muhadkly Acho).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Sutradara Muhadkly Acho mengungkap makna dibalik adegan telur rebus dalam film tarbarunya Agak Laen: Menyala Pantiku! yang kini menjadi tontonan bioskop paling banyak diminati.

Menurut Acho, adegan telur rebus itu terinsipirasi dari kisah ibunda Bene Dion, salah satu personel Agak Laen.

“Bagi para pendengar podcastnya, pasti paham kalau adegan telur rebus ini terinspirasi dari kisah mamaknya Bene yang selalu memberinya telur rebus dalam segala kesempatan sebagai bentuk perhatian,” kata Acho dalam unggahan instagramnya, dikutip Sabtu (13/12/2025).

Acho mengaku sudah sejak lama ingin memasukkan adegan tersebut ke dalam sebuah film. Namun, baru menemukan momen yang tepat di film Agak Laen: Menyala Pantiku!. Ia meyakini banyak orang akan merasakan hal yang sama dengan adegan tersebut.

“Bukan perkara telurnya, tapi coba kita ingat-ingat, setiap kali kita mengunjungi orang tua, apa yang selalu mereka tawarkan? Ya, makan. Biasanya sesuatu yang kita suka. Mereka ga peduli mau siang atau malam, apakah kita sudah kenyang atau belum, mereka selalu saja menawarkan kita untuk makan,” ujarnya.

Awalnya, ia mengaku tak memahami sikap tersebut dan sempat merasa kebingungan melihat perilaku para orang tua. Namun, seiring waktu dan setelah dirinya menjadi orang tua, pemahaman itu perlahan muncul. Ia menyadari hati seorang orang tua pada dasarnya telah dirancang untuk selalu menjadi penyedia dan ingin berguna bagi anak-anaknya.

“Sementara, ketika usia tak lagi muda dan harta tak lagi ada, sulit untuk selalu merasa berguna bagi anak yang kita cinta. Dan satu-satunya yang bisa ditawarkan orang tua dalam kondisi itu adalah makanan,” ujarnya.

Ia pun berharap kepada anak-anak di luar sana agar lebih menghargai perhatian orang tua. Ia menekankan pentingnya mencicipi hidangan yang telah ditawarkan orang tua dengan penuh rasa syukur, apa pun kondisinya, meski perut sudah kenyang dan makanan yang disajikan hanya sederhana, seperti sebutir telur rebus.

“Percayalah, itu akan membuatnya bahagia berhari-hari. Sama seperti bahagianya kami ketika kalian meramaikan bioskop untuk menyaksikan karya kami ini,” ucapnya.

Topik
Komentar