Misteri Kebakaran Gedung Bapenda Jakarta

Kebakaran Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta atau gedung arsip perpajakan masih menyisakan tanda tanya. Lebih dari dua pekan setelah kebakaran yang terjadi pada Jumat (7/8/2026), penyebab pasti maupun titik awal api hingga kini belum terungkap.

Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta Bayu Meghantara mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan terkait penyebab kebakaran yang melanda gedung tersebut.

“Masih dalam penyelidikan,” ujar Bayu saat dikonfirmasi Inilah.com, Sabtu (22/8/2026).

Belum terungkapnya penyebab kebakaran kembali menjadi sorotan setelah Gedung Bapenda kembali mengeluarkan asap pada Jumat (21/8/2026) sore. Asap tersebut muncul dari lantai 11, yang sebelumnya diduga menjadi salah satu titik awal munculnya api saat kebakaran pertama.

Bayu membenarkan adanya kemunculan asap tersebut. Namun, ia mengatakan penyebabnya masih dalam proses penyelidikan.”(Kebakaran di lantai) 11, (penyebab masih) dalam penyelidikan,” kata Bayu.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan, mengingat dalam sejumlah kasus kebakaran, penyebab maupun titik awal api biasanya dapat diketahui setelah petugas melakukan pemeriksaan di lokasi. Namun, untuk kebakaran Gedung Bapenda, proses penyelidikan hingga kini masih berlangsung.

Sejak awal, Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap penyebab kebakaran. Olah TKP dilakukan pada Sabtu (8/8/2026), sehari setelah kebakaran terjadi.

Dalam pemeriksaan tersebut, petugas melakukan observasi secara umum mulai dari lantai 1 hingga lantai 16. Sementara pemeriksaan secara khusus dilakukan pada lantai 11, 12, dan 16.

Petugas juga mengambil sejumlah barang bukti dan sampel dari ketiga lantai tersebut untuk kemudian diperiksa di Laboratorium Forensik Polri. Pemeriksaan itu dilakukan untuk mengetahui penyebab sekaligus memastikan titik awal api yang memicu kebakaran.

Namun, dari hasil pemeriksaan awal, polisi belum dapat memastikan secara pasti dari lantai mana api pertama kali muncul. Dugaan sementara mengarah ke lantai 11 atau lantai 12.

Hingga Sabtu (22/8/2026), belum ada keterangan terbaru dari kepolisian mengenai hasil pemeriksaan laboratorium maupun kesimpulan penyebab kebakaran tersebut.

Di sisi lain, Kepala Bapenda DKI Jakarta Lusiana Herawati belum memberikan tanggapan ketika dikonfirmasi Inilah.com mengenai dampak kebakaran, termasuk dokumen apa saja yang terdampak atau terbakar dalam peristiwa tersebut.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada Sabtu (8/8/2026), sehari setelah kebakaran, memastikan insiden tersebut tidak mengganggu keamanan data perpajakan milik Pemprov DKI Jakarta.

“Data perpajakan DKI Jakarta aman karena sudah ter-backup secara digital, sehingga layanan perpajakan tidak terganggu,” kata Pramono.

Meski data perpajakan dipastikan aman, kebakaran tersebut tetap berdampak terhadap fasilitas lain yang berada di dalam gedung. Salah satunya Traffic Management Control (TMC) atau Intelligent Traffic Control System (ITCS) milik Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang berada di lantai 16.

“Akibatnya, pengaturan lampu merah yang sebelumnya otomatis kini dilakukan secara manual,” ujar Pramono.

Selain persoalan penyebab api yang belum terungkap, terdapat pula pemandangan yang menjadi perhatian publik saat kebakaran berlangsung. Sejumlah dokumen terlihat berhamburan dan jatuh dari lantai atas gedung yang terbakar.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai sistem penyimpanan dan pengamanan dokumen di dalam gedung, terlebih bangunan tersebut digunakan sebagai tempat penyimpanan arsip perpajakan.

Dalam situasi kebakaran, dokumen penting semestinya berada dalam sistem penyimpanan yang memiliki pengamanan dan perlindungan terhadap risiko kebakaran.

Namun, berhamburannya sejumlah berkas dari lantai atas gedung menjadi salah satu hal yang turut menimbulkan tanda tanya di tengah proses penyelidikan.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran dan titik awal api masih menunggu hasil penyelidikan aparat.