Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir di Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (2/12/2025). (Foto: inilah.com/Harris Muda)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir memberikan reaksi keras terkait mencuatnya dugaan kasus pelecehan seksual yang menimpa atlet di cabang olahraga panjat tebing dan kickboxing. Ia secara tegas mengutuk tindakan tersebut dan menyebutnya sebagai perbuatan yang sangat keji.
Kecaman tersebut disampaikan Menpora saat menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Komite Olimpiade Indonesia (KOI) di Jakarta, Rabu.
“Atlet itu sudah berkorban, tidak hanya sekolah, latihan, meninggalkan orang tua, tapi kok dizalimi. Ini sebuah hal-hal yang jahanam,” tegas Erick di hadapan awak media.
Dorong Proses Hukum dan Transparansi
Meski pihak kementerian tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah sejak menerima laporan dari Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Erick menekankan pentingnya penyelesaian kasus ini di ranah hukum. Hal ini mutlak diperlukan untuk memberikan kepastian dan keadilan bagi semua pihak, meskipun federasi secara internal telah menjatuhkan sanksi kepada terduga pelaku.
Erick juga secara khusus mengapresiasi langkah Ketua Umum FPTI, Yenny Wahid, yang memilih bersikap terbuka dan tidak menutupi kasus ini. Menurut Menpora, praktik menutupi kasus demi “menjaga nama baik federasi” adalah kebiasaan lama yang harus dihentikan.
“Karena itu kita (Kemenpora maupun seluruh federasi olahraga), harus benar-benar memastikan bahwa sistem pembinaan atlet berjalan secara clean and clear,” ujarnya menambahkan.
Apresiasi Keberanian Korban dan Dukung Program Safeguarding
Dalam kesempatan yang sama, Menpora menyambut baik keberanian para atlet yang mulai berani bersuara dan melaporkan tindak kekerasan fisik maupun pelecehan seksual yang mereka alami. Keberanian ini dinilai sebagai langkah awal yang krusial untuk introspeksi dan pembenahan sistem pembinaan di setiap cabang olahraga.
Ke depannya, Menpora meminta seluruh federasi olahraga menyepakati dan memperkuat sistem perlindungan atlet. Salah satu instrumen utama yang didorong adalah penerapan Program Safeguarding yang saat ini telah dijalankan oleh KOI.
“Kami sebagai pemerintah tentu mendukung segala bentuk upaya perlindungan terhadap atlet yang memang harus dilakukan. Artinya, pembenahan sistem pelatnas dan juga proses latihan di masing-masing cabang olahraga harus benar-benar bersih dari tindakan pelecehan seksual maupun kekerasan,” pungkasnya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.












