Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir di Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (2/12/2025). (Foto: inilah.com/Harris Muda)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir (Etho), menegaskan pemerintah membuka peluang naturalisasi atlet diaspora untuk berbagai cabang olahraga, tidak hanya sepak bola.
Pernyataan tersebut disampaikan Erick dalam rapat kerja bersama Menteri Hukum dan Komisi XIII DPR RI terkait permohonan kewarganegaraan Indonesia bagi dua pemain sepak bola keturunan, Luke Anthony Vickery dan Mitchell Lee Baker, di Jakarta, Rabu.
Menurut Erick, fenomena globalisasi olahraga membuat banyak negara memanfaatkan atlet diaspora sebagai bagian dari strategi meningkatkan prestasi di level internasional.
“Selama warga diaspora memang punya jiwa Merah Putih, baik di sepak bola, renang, maupun cabang-cabang olahraga lainnya, kami membuka diri,” kata Erick.
Ia menilai kebijakan naturalisasi bukan sesuatu yang eksklusif dilakukan Indonesia. Banyak negara maju di bidang olahraga juga menerapkan strategi serupa untuk memperkuat tim nasional mereka.
Sebagai contoh, Erick menyinggung kiprah Zion Suzuki, penjaga gawang berdarah Jepang-Ghana yang kini memperkuat Timnas Jepang. Selain itu, Jepang juga memiliki pebasket NBA Rui Hachimura yang memiliki darah Jepang-Benin serta petenis dunia Naomi Osaka yang berdarah campuran Jepang-Haiti.
Di sisi lain, China juga melakukan langkah serupa dengan menghadirkan Eileen Gu yang berdarah campuran China-Amerika Serikat dan sukses meraih prestasi pada Olimpiade Musim Dingin.
Erick menambahkan bahwa fenomena perpindahan kewarganegaraan atlet sebenarnya berjalan dua arah. Tidak sedikit atlet Indonesia yang justru dinaturalisasi negara lain dan berhasil meraih prestasi internasional.
Ia mencontohkan Mia Audina yang kemudian menjadi warga negara Belanda dan mempersembahkan medali perak Olimpiade Athena 2004 untuk negeri tersebut.
Selain itu, legenda bulu tangkis Indonesia Tony Gunawan juga pernah dinaturalisasi untuk memperkuat tim nasional Amerika Serikat.
Menurut Erick, Indonesia perlu memanfaatkan potensi diaspora yang memiliki keterikatan dengan Tanah Air guna meningkatkan daya saing olahraga nasional.
Sejauh ini, beberapa atlet diaspora telah memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia. Salah satunya adalah Masniari Wolf yang sukses menyumbangkan tiga medali emas SEA Games untuk Indonesia pada edisi 2021, 2023, dan 2025.
Indonesia juga diperkuat oleh perenang keturunan Indonesia-Jerman, Felix Viktor Iberle, yang telah menyumbangkan medali emas untuk Merah Putih.
Selain itu, ada pula atlet skateboard muda Ni Wayan Malana Fairbrother yang memiliki darah Indonesia, Inggris, dan Australia.
Meski membuka peluang naturalisasi, Erick menegaskan langkah tersebut tidak boleh membuat cabang olahraga melupakan pembinaan atlet dari akar rumput. Menurutnya, naturalisasi harus berjalan beriringan dengan penguatan sistem pembinaan nasional.
“Potensi-potensi seperti inilah yang menjadi alasan kami membuka diri terhadap naturalisasi, tanpa cabang-cabang olahraga melupakan pembangunan dari tingkat akar rumput (grassroots),” ujarnya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













