Maduro Ditangkap AS, Venezuela Seret Washington ke Dewan Keamanan PBB

Ibnu Medium.jpeg

Minggu, 4 Januari 2026 – 13:21 WIB

 Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu (3/1) merilis foto Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang ditangkap pasukan AS tengah berada di atas kapal perang USS Iwo Jima. (Foto: Socialtrumph)

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu (3/1) merilis foto Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang ditangkap pasukan AS tengah berada di atas kapal perang USS Iwo Jima. (Foto: Socialtrumph)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Amerika Serikat secara terbuka mendeklarasikan posisi dominannya atas masa depan Venezuela menyusul operasi militer mengejutkan yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro. Dalam pernyataan yang menegaskan kembalinya Doktrin Monroe yang agresif, Washington menyebut langkah ini sebagai pembersihan pengaruh asing di “belahan bumi Amerika.”

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, dalam wawancaranya dengan CBS, menegaskan bahwa era ketidakpastian di Caracas telah berakhir dan kini berada di bawah kendali Gedung Putih.

“Amerika Serikat akan menetapkan syarat atas apa yang terjadi selanjutnya,” ujar Hegseth. Ia menambahkan bahwa Presiden Donald Trump memegang kendali penuh untuk menentukan langkah lanjutan, dengan agenda utama: memutus rantai pasok narkoba, mengambil alih kembali kontrol atas cadangan minyak terbesar di dunia, dan mengusir kekuatan asing dari kawasan Amerika Latin.

Operasi Senyap dan Klaim Delta Force

Eskalasi dramatis ini bermula pada Sabtu (3/1) kemarin, ketika Presiden Trump mengumumkan keberhasilan “serangan besar-besaran” yang mengakibatkan penangkapan Maduro dan Ibu Negara Cilia Flores. 

Meski Gedung Putih belum merinci dasar hukum operasi ekstra-teritorial ini, laporan intelijen dan media lokal menyebutkan adanya ledakan keras di Caracas yang diduga kuat merupakan jejak operasi pasukan elite Delta Force.

Sebagai bukti awal, Trump merilis sebuah foto yang memperlihatkan Maduro berada di atas kapal perang AS. Namun, hingga berita ini diturunkan, verifikasi independen mengenai keaslian foto, waktu, dan lokasi pengambilan gambar tersebut belum dapat dilakukan.

Di Washington, langkah Trump memicu polarisasi. Sejumlah anggota Kongres mengecam operasi tersebut sebagai tindakan ilegal dan pelanggaran kedaulatan negara lain. Namun, administrasi Trump bergeming, menyatakan bahwa Maduro akan segera diadili atas tuduhan yang rinciannya masih dirahasiakan.

Caracas Menuntut Bukti Hidup, Moskow Meradang

Kepanikan melanda pemerintahan Venezuela yang tersisa. Otoritas di Caracas mengaku kehilangan kontak total dan menuntut proof of life (bukti hidup) dari pemimpin mereka. Kementerian Luar Negeri Venezuela menuding Washington melakukan agresi militer ilegal dan mendesak pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB.

Reaksi keras juga datang dari Rusia, sekutu utama Venezuela. Moskow menyebut penangkapan dan pemindahan paksa kepala negara berdaulat sebagai preseden yang “sangat mengkhawatirkan.”

Kementerian Luar Negeri Rusia memperingatkan bahwa tindakan AS berpotensi meledakkan stabilitas regional Amerika Latin. “Kami menuntut pembebasan segera Presiden Maduro dan istrinya,” tegas pernyataan resmi Moskow, seraya mendesak semua pihak menahan diri demi mencegah pertumpahan darah lebih lanjut.