Macet Jakarta Naik Level, Kerugian Ekonomi Rp100 T, ‘Tagihan’ Kesehatan Rp44 T

Icon_INILAH GOLD.png

Senin, 4 Mei 2026 – 16:53 WIB

Kendaraan bermotor terjebak kemacetan lalu lintas di Jalan TB Simatupang, Cilandak, Jakarta, Senin (4/8/2025). (Foto Ilustrasi: Antara/Sulthony Hasanuddin)

Kendaraan bermotor terjebak kemacetan lalu lintas di Jalan TB Simatupang, Cilandak, Jakarta, Senin (4/8/2025). (Foto Ilustrasi: Antara/Sulthony Hasanuddin)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Kemacetan di Jakarta kembali menjadi sorotan setelah Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menyebut dampak ekonominya mencapai sekitar Rp100 triliun per tahun. Angka tersebut belum termasuk kerugian dari sisi kesehatan masyarakat yang juga dinilai signifikan.

Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, kemacetan terjadi akibat pertumbuhan jumlah kendaraan yang tidak sebanding dengan kapasitas jalan di ibu kota. Saat ini, pertumbuhan panjang jalan di Jakarta hanya sekitar 0,001 persen.

“Artinya memang tidak memadai untuk menampung seluruh kendaraan bermotor yang ada. Oleh sebab itu kemacetan lalu lintas luar biasa di Jakarta,” kata Syafrin di DPRD DKI Jakarta, Senin (4/5/2026).

Ia menjelaskan, tingginya mobilitas warga di Jakarta dan kawasan aglomerasi turut memperburuk kondisi lalu lintas. Aktivitas harian masyarakat yang sangat padat membuat beban jalan semakin berat, terutama pada jam-jam sibuk.

Menurut Syafrin, berdasarkan sejumlah studi, kerugian ekonomi akibat kemacetan di Jakarta mencapai sekitar Rp100 triliun per tahun. Selain itu, terdapat pula dampak tidak langsung yang turut membebani masyarakat.

“Ada juga perhitungan lain di luar kerugian akibat kemacetan, yaitu dampak kesehatan masyarakat yang nilainya mencapai sekitar Rp44 triliun,” ujarnya.

Dishub DKI Jakarta menegaskan, kondisi tersebut menjadi dasar perubahan kebijakan transportasi di ibu kota dari car-oriented development menuju transit-oriented development.

Pemprov DKI kini, kata Syafrin terus memperkuat integrasi transportasi massal seperti Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang