Lula Lahfah saat berada di Bali. Selebritas internet, penyanyi, dan pemeran Indonesia itu meninggal dunia dalam usia 26 tahun. (Foto: Instagram @lulalahfah)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Di sore yang tampak biasa bagi sebagian orang pada Jumat, 23 Januari 2026, sebuah kabar duka mendadak merundung jagat maya Indonesia.
Lula Lahfah, seorang influencer muda yang dikenal lewat konten gaya hidup, kecantikan ditemukan meninggal di kamar apartemennya sendiri di kawasan Dharmawangsa, Kebayoran Baru. Kepergian Lula, begitu cepat sekaligus misterius, meninggalkan duka yang mendalam.
Lula, 26 tahun, bukan sekadar selebgram dengan jutaan pengikut di Instagram dan TikTok, tetapi juga pribadi yang hangat dan dekat dengan penggemarnya.
Ia memulai karier di dunia digital lewat unggahan cover songs di SoundCloud, kemudian berkembang hingga membentuk citra sebagai sosok kreatif dan inspiratif bagi banyak orang muda.
Namun di balik senyum dan konten-konten energiknya, beberapa waktu terakhir Lula sempat berbagi tentang tantangan kesehatan yang ia hadapi. Catatan di media sosialnya menunjukkan ia mengalami sejumlah gangguan fisik, bahkan sempat dirawat di rumah sakit menjelang akhir tahun.
Polisi kemudian menemukan obat-obatan dan surat rawat jalan di kamar tempat ia ditemukan meninggal. Meski demikian, penyebab pasti kematiannya masih menunggu hasil autopsi serta pemeriksaan medis lanjutan.
“Dia enggak pernah mengeluh sama keluarga. Dia mengeluhnya sama teman-teman terdekat dia. Dia bilang sakit banget di perut bagian kiri gitu dia bilang. Tapi kita enggak tahu itu,” ujar M Feroz ayah Lulu di TPU Rawa Terate, Cakung, Jakarta Timur pada Sabtu (24/1/2026).
Penemuan jenazah Lula sendiri bermula dari kekhawatiran asisten rumah tangganya. Saat tidak mendapat respons dari Lula, sang asisten melapor kepada petugas keamanan apartemen, yang kemudian membuka pintu kamar yang terkunci dari dalam.
Di atas tempat tidur, Lula ditemukan dalam posisi terentang, tubuhnya sudah tidak bernyawa. Tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuhnya dan jenazah segera dibawa ke RS Fatmawati untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Tidak ada tanda-tanda penganiayaan, namun ditemukan obatan sama surat rawat jalan dari RSPI,” kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Murodih dalam keterangannya, Sabtu (24/1/2026).
Reaksi publik terhadap kabar ini sangat cepat. Dalam hitungan jam, ruang komentar media sosial Lula dipenuhi ucapan selamat jalan dari penggemar dan rekan sesama kreator konten.
Musik yang pernah ia sukai, momen-momen dalam stories, hingga komentar ramah dari sesama influencer kini berubah menjadi kenangan yang bernilai sentimental. Antara kehilangan dan pesan belasungkawa, ruang digital terasa sesak oleh empati.
Namun, tidak semua reaksi publik berjalan dengan penuh kehormatan. Saat berita duka ini mulai viral, sejumlah foto serta konten sensasional yang tidak menghormati privasi Lula tersebar luas.
Sahabat dan rekan kerja pun menyerukan “Kematian bukanlah konten.” Mereka mengingatkan di balik berita dan unggahan, ada keluarga yang berduka dan hak atas privasi yang harus dihormati.
Bagi mereka yang mengenalnya lebih dekat, Lula bukan sekadar influencer, tetapi juga sosok yang memberi inspirasi dan keceriaan. Kehadirannya sering kali dibarengi dengan pesan positif tentang rasa percaya diri, pentingnya keseimbangan hidup, serta apresiasi terhadap perjalanan diri sendiri. Karena itu, perginya Lula terasa begitu personal bagi banyak orang yang pernah merasa tersentuh oleh caranya berbagi.
Polisi mengungkap keluarga selebgram Lula Lahfah menolak dilakukan visum terhadap jenazah Lula, setelah ditemukan meninggal dunia di apartemennya di kawasan Jakarta Selatan pada Jumat (23/1/2026). Keputusan tersebut karena tidak ditemukan indikasi kekerasan maupun hal mencurigakan di lokasi kejadian.
Penolakan keluarga terkait visum jenazah Lula ini tertuang dalam surat pernyataan yang dibuat oleh orang tua kepada pihak kepolisian.
“Keluarga juga menolak visum dan langsung buat surat bapaknya. Menolak untuk divisum. Menjaga privasi anaknya,” kata Iskandarsyah kepada wartawan saat dihubungi, Sabtu (24/1/2026).














