Lebih dari 9.600 Warga Palestina Ditahan di Penjara Israel

Nebby Medium.jpeg

Jumat, 17 April 2026 – 23:00 WIB

Tahanan warga Palestina di dalam penjara Israel. (Foto: The Times of Israel)

Tahanan warga Palestina di dalam penjara Israel. (Foto: The Times of Israel)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Komisi Urusan Tahanan dan Mantan Tahanan Palestina melaporkan jumlah warga Palestina dan Arab yang ditahan di penjara Israel mencapai lebih dari 9.600 orang hingga awal April 2026. Data tersebut dirilis oleh sejumlah lembaga yang fokus pada isu tahanan Palestina.

Dalam pernyataan yang dipublikasikan pada Selasa (17/4/2026), Komisi Tahanan, Masyarakat Tahanan Palestina (PPS), dan Asosiasi Dukungan Tahanan dan HAM Addameer menyebut terdapat 86 tahanan perempuan. Dari jumlah itu, dua orang telah ditahan sejak sebelum peristiwa 7 Oktober 2023, sementara 25 lainnya ditahan melalui mekanisme penahanan administratif.

Laporan tersebut juga mencatat sekitar 350 anak di bawah usia 18 tahun berada dalam tahanan Israel. Mereka tersebar di penjara Ofer dan Megiddo, termasuk dua anak perempuan yang ditahan di penjara Damon.

Pada akhir 2025, jumlah anak yang ditahan dengan status penahanan administratif dilaporkan mencapai 180 orang.

Selain itu, jumlah tahanan administratif di penjara Israel meningkat menjadi lebih dari 3.532 orang pada awal April 2026. Kelompok ini mencakup perempuan dan anak-anak, yang sebagian besar disebut sebagai mantan tahanan yang kembali ditahan dalam waktu lama.

Kategori tahanan lainnya disebut mencakup berbagai latar belakang, mulai dari pelajar sekolah dan mahasiswa, jurnalis, aktivis HAM, pengacara, insinyur, dokter, akademisi, anggota parlemen, pekerja, hingga anggota keluarga warga Palestina yang telah meninggal maupun yang masih ditahan di penjara Israel.

Sementara itu, jumlah tahanan yang dikategorikan oleh Israel sebagai “kombatan ilegal” mencapai 1.251 orang pada awal April 2026. Jumlah tersebut belum termasuk mereka yang ditahan di fasilitas militer Israel.

Laporan itu juga menyoroti kondisi kesehatan para tahanan yang disebut memburuk pascagenosida. Banyak di antara mereka dilaporkan menderita penyakit bawaan, luka, hingga penyakit serius akibat kondisi penahanan yang keras.

Disebutkan pula bahwa terdapat dugaan praktik penyiksaan serta pembatasan akses layanan kesehatan, termasuk larangan pengobatan yang masih berlangsung di sejumlah fasilitas.

Sejak 1967, jumlah tahanan yang meninggal dalam penahanan Israel tercatat mencapai 326 orang, dengan 89 di antaranya dilaporkan meninggal setelah periode pascagenosida.

Data tersebut hanya mencakup kasus yang teridentifikasi, sementara puluhan tahanan lain dari Gaza dilaporkan masih hilang secara paksa.

Selain itu, jumlah tahanan Palestina yang meninggal dalam penahanan Israel dan jasadnya masih ditahan mencapai 97 orang, baik sebelum maupun sesudah periode genosida.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang