Fisayo Dele-Bashiru dari Lazio merayakan gol pertama timnya selama pertandingan Coppa Italia antara SS Lazio dan Atalanta BC di Stadion Olimpico pada 4 Maret 2026 di Roma, Italia. (Foto: Paolo Bruno/Getty Images)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Leg pertama semifinal Coppa Italia antara Lazio dan Atalanta berakhir imbang 2-2 dalam laga dramatis di Stadion Olimpico, Roma, Rabu (4/3/2026) malam waktu setempat. Kedua tim saling mengejar gol sehingga penentuan tiket final akan berlangsung pada leg kedua di Bergamo.
Pertandingan berlangsung dalam atmosfer yang tidak biasa. Hanya sekitar 5.000 penonton berada di stadion karena sebagian besar ultras Lazio melakukan aksi protes terhadap Presiden klub Claudio Lotito. Pendukung Atalanta juga dibatasi jumlahnya.
Lazio Dua Kali Unggul, Atalanta Selalu Membalas
Atalanta sempat mencetak gol lebih dulu melalui Nikola Krstovic setelah menerima umpan Davide Zappacosta. Namun gol tersebut dianulir VAR karena Zappacosta lebih dulu berada dalam posisi offside.
Kebuntuan baru pecah sesaat setelah babak kedua dimulai. Fisayo Dele-Bashiru membawa Lazio unggul lewat aksi individu setelah melakukan kombinasi cepat dengan Daniel Maldini sebelum menaklukkan kiper Marco Carnesecchi.
Keunggulan itu tidak bertahan lama. Sepakan keras Lazar Samardzic ditepis Ivan Provedel, tetapi bola muntah langsung disambar Mario Pasalic untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Lazio kembali memimpin ketika kesalahan Pasalic mengontrol bola di area pertahanan sendiri dimanfaatkan Boulaye Dia untuk mencetak gol dari jarak dekat.
Namun Atalanta sekali lagi mampu bangkit. Kamaldeen Sulemana melewati penjagaan di sisi kiri dan mengirim umpan tarik yang langsung diselesaikan Yunus Musah dari luar kotak penalti untuk membuat skor kembali imbang 2-2.
Penentuan Final di Leg Kedua
Hasil ini membuat kedua tim masih memiliki peluang sama besar untuk mencapai final Coppa Italia. Leg kedua akan digelar di Bergamo, yang akan menentukan siapa yang melangkah ke partai puncak.
Bagi Lazio, kompetisi ini menjadi kesempatan terakhir untuk menyelamatkan musim setelah hasil tidak stabil di Serie A. Sementara Atalanta datang dengan kepercayaan diri tinggi karena masih bersaing di papan atas liga dan menjadi satu-satunya wakil Italia yang tersisa di Liga Champions musim ini.













