Korban Tewas Kecelakaan di Tol Krapyak Bertambah, Ini Daftarnya

Anton Medium.jpeg

Senin, 22 Desember 2025 – 13:47 WIB

Penanganan insiden kecelakaan bus di Simpang Susun Krapyak, Senin (22/12/2025). (Foto: Antara)

Penanganan insiden kecelakaan bus di Simpang Susun Krapyak, Senin (22/12/2025). (Foto: Antara)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Angka korban tewas kecelakaan bus PO Cahaya Trans bernopol B 7201 IV yang terjadi di ruas Tol Krapyak KM 420–200 Kota Semarang, Jawa Tengah kembali bertambah menjadi 16 orang.

Bus melaju dari arah Kalikangkung menuju Krapyak. Saat melintas di jalur menikung, pengemudi diduga kehilangan kendali sehingga kendaraan oleng ke kanan dan menabrak pembatas jalan tol.

Selain korban jiwa, 17 penumpang lainnya mengalami luka ringan dan menjalani perawatan di RSUD Tugurejo, RS Columbia Asia, serta RS St. Elisabeth Semarang. Pengemudi bus juga mengalami luka ringan dan mendapatkan perawatan jalan.

Sedangkan untuk korban meninggal dunia dibawa ke Kamar Jenazah RSUP Dr. Kariadi Semarang. Sementara satu korban meninggal dunia dalam perjalanan menuju RSUD Tugurejo.

Berikut adalah data korban Meninggal Dunia dan Luka Ringan yang dihimpun dari Satlantas Polrestabes Semarang:

Korban Meninggal Dunia:

. Sadimin (57), Kelurahan Melikan, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten
. Srihono (53), Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten
. Listiana (44), Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten
. Sugimo (62), Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali
. Haryadin (43), Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur
. Mutiara (19), Kabupaten Sleman, DIY
. Saguh (62), Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor
. Wahyu (26), Kabupaten Boyolali
. Ngatiyem (48), Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali
. Erna (53), Rancaungur, Kota Bogor
. Yanto (47), Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten
. Anis (36), Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali
. Noviani (31), Kecamatan Kemang, Kota Bogor
. Anih (56), Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor
. Dwi (47), Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan
. Endah (48), Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman

Korban Luka:

. Gilang (22), Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat
. Robi Sugianto (51), Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes
. Purwoko (50), Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman
. Marno (30), Kecamatan Tanah Sereal, Kota Bogor
. Sutiadi Sarwono (67), Kabupaten Boyolali
. Nyi Mas Jihan (26), Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor
. Ardi Nata (29), Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor
. Rujiyanti (54), Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten
. Prisma Andika (32), Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten
. Rafi Abdurrahman (19), Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan
. Parwono (57), Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri
. Purnomo (29), Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang
. Hafis (19), Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat
. Karnoto (31), Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten
. Mahija (2), Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan
. Hakeem (30), Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan
. Aulia (27), Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan.

Sebelumnya, sebuah bus PO Cahaya Trans yang mengangkut 34 penumpang terguling di ruas simpang susun exit tol Krapyak Kota Semarang, Senin (22/12/2025 dini hari.

Bus bernomor polisi B. 7201 IV yang berangkat dari Jatiasih, Jakarta menuju Yogyakarta tersebut dilaporkan melaju kencang dan diduga hilang kendali, sehingga menabrak pembatas jalan. Akibatnya bus terguling hingga menewaskan belasan penumpang dan sejumlah korban lainnya mengalami luka-luka.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Ribut Hari Wibowo menjelaskan, saat kejadian, bus tersebut dikemudikan oleh sopir cadangan dan bukan sopir utama.

Meski demikian dia menuturkan, pengemudi bus dalam kondisi selamat dan telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polrestabes Semarang.

“Setelah kami lakukan pengecekan, diketahui pengemudi bus merupakan driver cadangan. Ini menjadi perhatian serius bagi kami,” ujar Ribut saat ditemui di RSUP dr Kariadi Semarang, seperti dikutip Inilahjateng, Senin (22/12/2025).

Ia menambahkan, kepolisian masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kecelakaan. Dugaan awal mengarah pada kecelakaan tunggal, namun pemeriksaan menyeluruh tetap dilakukan, termasuk tes urin terhadap sopir.

“Sopir selamat dan saat ini masih kami periksa. Tes urin dilakukan untuk memastikan tidak ada pengaruh narkoba maupun zat terlarang lainnya,” jelasnya.