Siswa mengerjakan soal ujian Tes Kemampuan Akademik (TKA) Asesmen Nasional Berbasis Komputer di SMP Negeri 61 Jakarta, Jakarta, Selasa (7/4/2026). (Foto: Antara)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Ujian Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP tahun ini diwarnai keluhan dari para peserta. Banyak murid merasa waktu pengerjaan 75 menit terlalu singkat, terutama saat menghadapi soal-soal Matematika yang dinilai jauh lebih sulit dan berbeda dari saat simulasi (try out).
Menanggapi keresahan siswa tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan bahwa durasi ujian tidak ditetapkan secara sembarangan.
Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen, Toni Toharudin, mengakui pihaknya telah menampung aspirasi dan keluhan yang beredar. Namun, ia menegaskan bahwa waktu 75 menit sudah melalui proses uji coba yang panjang.
“Itu sudah kami uji dan 75 menit adalah waktu yang memang sudah dipastikan sesuai dengan kondisi soal yang diberikan terhadap siswa-siswa di seluruh Tanah Air,” jelas Toni di Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Anatomi Soal: Antara Hitungan Langsung dan Nalar
Mengurai rasa penasaran siswa soal tingkat kesulitan, Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) Kemendikdasmen, Rahmawati, membeberkan komposisi soal yang diujikan.
Materi TKA SMP dirancang dengan proporsi: 30 persen knowing (pengetahuan dasar), 40 persen applying (pengaplikasian konsep), dan 30 persen reasoning (penalaran).
“Kalau soal knowing itu sangat sederhana, to the point. Langsung matematika as it self. Tapi ada 30 persen soal reasoning yang perlu ada narasi masalahnya. Dari desain paket tes inilah ditemukan angka ideal 75 menit,” papar Rahmawati.
Pencegahan Kecurangan dan Fakta ‘Log Out’ Lebih Cepat
Ada alasan krusial lain di balik pembatasan waktu tersebut, yakni meminimalisasi celah ketidakjujuran. Rahmawati secara transparan menyebut bahwa pemberian waktu yang terlalu longgar justru membuka peluang bagi peserta untuk memfoto soal atau saling bekerja sama.
Sebagai bukti tambahan bahwa waktu ujian sebenarnya mencukupi, Kemendikdasmen membuka data aktivitas digital (log file) para peserta di server. Fakta di lapangan rupanya berbanding terbalik dengan narasi kehabisan waktu yang ramai diperbincangkan.
“Semua berbasis komputer dan dashboard kami real time melihat siapa yang sudah login dan selesai. Apabila dibandingkan dengan murid yang kehabisan waktu, ternyata lebih banyak murid yang melakukan log out dari website ujian sebelum 75 menit itu berakhir,” pungkas Rahmawati.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.









