Kebiadaban Israel terhadap Relawan GSF Terbongkar, Disetrum hingga Paksa Lepas Jilbab

Ikhsan Medium.jpeg

Kamis, 21 Mei 2026 – 16:46 WIB

Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, panen kecaman usai memamerkan video militer Zionis menjambak dan memaksa relawan GSF berlutut. (Foto: Tangkapan layar video X/@itamarbengvir)

Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, panen kecaman usai memamerkan video militer Zionis menjambak dan memaksa relawan GSF berlutut. (Foto: Tangkapan layar video X/@itamarbengvir)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Kekejaman militer Israel terhadap para aktivis kemanusiaan internasional kembali membuncah. Kelompok hak asasi manusia (HAM) lokal Israel, Adalah, membongkar kesaksian mengerikan mengenai adanya dugaan penyiksaan fisik dan psikologis secara masif, termasuk penggunaan sengatan listrik, terhadap para relawan Global Sumud Flotilla (GSF) yang ditahan oleh otoritas Zionis.

Aksi kekerasan ini terjadi setelah militer Israel mencegat konvoi kapal kemanusiaan tersebut di perairan internasional saat mencoba menembus blokade Gaza. Mengutip Anadolu Agency, Kamis (21/5/2026), sedikitnya tiga aktivis harus dilarikan ke rumah sakit akibat luka serius, sementara puluhan lainnya menderita patah tulang rusuk dan gangguan pernapasan akut akibat dianiaya selama proses penahanan.

“Tim hukum kami telah mengumpulkan kesaksian yang saling berkesesuaian mengenai penggunaan sengatan listrik secara berulang-ulang terhadap para aktivis yang ditahan,” tulis pernyataan resmi Adalah.

Posisi Menghinakan dan Pelecehan Relawan Perempuan

Tak berhenti di situ, Adalah juga mendokumentasikan laporan bahwa para tahanan dipaksa berada dalam posisi yang sangat menyakitkan dan menghinakan selama proses pemindahan menuju Pelabuhan Ashdod. Para relawan dipaksa berjalan dengan tubuh membungkuk penuh ke depan serta dipaksa berlutut dalam durasi yang sangat lama.

Tindakan intimidasi ini juga menyasar aspek religiusitas para aktivis. Otoritas keamanan Israel dilaporkan secara paksa melepas jilbab yang dikenakan oleh beberapa aktivis perempuan yang tergabung dalam armada kemanusiaan tersebut.

Sikap sewenang-wenang ini diperkuat oleh bukti digital yang beredar luas di jagat maya. Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, sempat membagikan sebuah video di media sosial yang memperlihatkan para aktivis berlutut dengan tangan diborgol ke belakang dan wajah dipaksa menghadap lantai, sementara lagu kebangsaan Israel diputar di latar belakang. Atas dasar bukti ini, Adalah menuduh Tel Aviv menjalankan kebijakan kriminal berupa penyiksaan sistematik.

Akses Informasi Ditutup Rapat

Hingga saat ini, pihak berwenang Israel sengaja menutup rapat pintu informasi eksternal. “Informasi mengenai lokasi, status hukum, dan kondisi riil para tahanan saat ini sangat dibatasi,” jelas pihak Adalah.

Kendati akses informasi dihambat, para tahanan diperkirakan akan dihadapkan ke pengadilan atau otoritas terkait pada Kamis ini untuk peninjauan status penahanan sebelum prosedur deportasi ke negara asal dilakukan.

Sebagai catatan, konvoi GSF ini bertolak sejak pertengahan pekan lalu dari distrik Marmaris, Turki. Misi utama mereka murni bersifat kemanusiaan, yakni mendobrak blokade ketat Israel di Jalur Gaza yang telah mengisolasi dan membuat 2,4 juta penduduk setempat berada di ambang kelaparan massal sejak tahun 2007.

Bukan Insiden Pertama

Pencegatan brutal ini merupakan kali kedua dalam waktu berdekatan. Pada akhir April lalu, militer Israel juga meluncurkan serangan serupa terhadap kapal-kapal armada ini di perairan internasional dekat Pulau Kreta, Yunani. Saat itu, konvoi kemanusiaan tersebut mengangkut sebanyak 345 peserta yang berasal dari 39 negara.

Agresi berkepanjangan Israel di Jalur Gaza yang meletus sejak Oktober 2023 hingga kini telah meluluhlantakkan wilayah kantong tersebut. Blokade total dan serangan militer tanpa henti dilaporkan telah menewaskan lebih dari 72.000 jiwa dan melukai lebih dari 172.000 orang, menempatkan krisis kemanusiaan di Gaza pada titik paling kritis dalam sejarah modern.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang