Pelatih timnas Indonesia John Herdman menyampaikan keterangan pers seusai pertandingan final FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (30/3/2026). Indonesia harus puas menjadi runner-up setelah kalah 0-1 dari Bulgaria.(Foto: inilah.com/Rizky)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Kehadiran sejumlah muka baru, terutama pemain muda pada sesi latihan Timnas Indonesia senior dalam persiapan menuju Piala AFF 2026 mendatang memantik perhatian.
Salah satu yang mencolok tak lain ialah Mathew Baker, bek kelahiran Australia yang sebelumnya malang melintang di Timnas Indonesia U-17.
Baker diketahui sengaja dibawa pelatih John Herdman ikut dalam sesi pemusatan latihan atau TC skuad Garuda sebagai salah satu dari tiga pemain undangan untuk berlatih. Tentu saja, ada alasan spesifik yang disimpan Herdman di balik keputusannya.
“Ya, jadi Mathew Baker adalah prospek muda yang menarik. Bagian dari strategi kami untuk mengakselerasi,” kata Herdman kepada awak media di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Sabtu (30/5/2026).
Pelatih asal Inggris tersebut mengaku merasa punya tanggung jawab membantu mempercepat perkembangan pemain muda yang dinilai memiliki potensi besar.
“Apa yang saya pelajari adalah ketika Anda melihat pemain dengan potensi tersebut, penting untuk melambungkan kariernya dengan cepat. Karena jendela untuk memindahkan pemain, mungkin dari A-League ke Tier 1 atau Tier 2 di Eropa, itu sangat pendek,” katanya.
Menurut Herdman, pemain muda yang mendapat kesempatan merasakan atmosfer tim nasional senior akan memperoleh pengalaman berharga sekaligus meningkatkan peluang mereka untuk dilirik klub-klub yang berada di level lebih tinggi.
“Jika seorang pemain memiliki kesempatan di level internasional, mereka mendapat lebih banyak peluang untuk dilihat dan mereka melangkah naik lebih cepat,” kata mantan arsitek Timnas Kanada tersebut.
Tiru Kisah Jonathan David di Timnas Kanada
Herdman pun mencontohkan perjalanan karier striker andalan Kanada, Jonathan David. Ia mengaku pernah menerapkan pendekatan serupa ketika menangani tim nasional Kanada dan memberikan kesempatan kepada David saat masih berusia sangat muda.
Kala itu, Jonathan David masih berusia 17 tahun dan bermain untuk klub asal Belgia, KAA Gent. Melihat potensi cemerlangnya, Herdman memilih memberinya panggung lebih cepat di level internasional, khususnya Timnas Kanada.
“Saya mengalami ini dengan Jonathan David di Kanada, kami memilikinya saat usia 17 tahun bermain di Gent, di akademi mereka. Tetapi kami mempercepat kariernya, kami memberinya peluang ketika mungkin ada pemain yang lebih tua yang bisa bermain,” katanya.
Keputusan tersebut berbuah manis. David tampil gemilang di ajang Gold Cup dan kariernya terus melesat hingga menembus kompetisi elite Eropa.
Setelah bersinar di Gent, David diboyong oleh tim kawakan Prancis LOSC Lille. Usai lima musim di sana (2020-2025) dengan statistik cemerlang, 87 gol dari 178 laga, David kemudian dipinang raksasa Italia Juventus pada musim 2025/2026.
“Dan dia menjalani Gold Cup di mana dia memenangkan pemain terbaik turnamen, Golden Boot. Hal berikutnya, dia bermain di Prancis di level tertinggi,” ujarnya lagi.
“Jadi, inilah cara yang saya yakini dapat membantu pemain muda kita, Buffon (Alfarezzi Buffon), Mathew Baker untuk mengekspos mereka ke tim nasional dan harapannya mereka dapat bergerak lebih cepat ke level berikutnya jika mereka memiliki kemampuan tersebut,” tegasnya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













