Bek sayap timnas Italia Riccardo Calafiori menegaskan ambisinya membawa Gli Azzurri kembali ke panggung Piala Dunia FIFA 2026. Ia menilai momen play-off kualifikasi zona Eropa menjadi peluang penting untuk mengakhiri penantian panjang Italia tampil di turnamen tersebut.
Dalam pernyataannya, Calafiori menyebut tampil di Piala Dunia merupakan mimpi masa kecil setiap pemain. Ia menegaskan tekanan adalah bagian dari pertandingan besar dan harus dihadapi, bukan dihindari.
“Menuju Piala Dunia adalah mimpi masa kecil. Tekanan selalu ada, dan kami harus menghadapinya. Kami semua memiliki tujuan yang sama, yaitu lolos,” ujar pemain yang kini memperkuat Arsenal tersebut.
Italia Kejar Akhir Penantian Sejak 2014
Italia terakhir kali tampil di Piala Dunia pada edisi 2014 di Brasil. Setelah itu, mereka gagal lolos pada dua edisi berikutnya, termasuk tersingkir di fase play-off kualifikasi.
Situasi tersebut membuat laga play-off kali ini memiliki bobot historis. Italia bertekad menutup catatan buruk dan kembali ke kompetisi elite dunia. Calafiori menilai skuad saat ini memiliki motivasi besar untuk mengubah keadaan.
Italia dijadwalkan menghadapi Irlandia Utara pada semifinal play-off Jalur A di Stadion Gewiss, Bergamo. Kemenangan akan membuka jalan ke final untuk memperebutkan satu tiket ke putaran final.
Waspadai Bola Mati Irlandia Utara
Calafiori menekankan pentingnya fokus sejak menit awal, terutama dalam mengantisipasi bola mati. Ia menilai Irlandia Utara memiliki kekuatan utama pada situasi tersebut.
“Kami harus fokus pada bola mati karena mereka sangat berbahaya. Tapi kami juga punya kualitas untuk menciptakan ancaman dari situasi yang sama,” jelasnya.
Dalam sepak bola modern, menurut Calafiori, detail kecil seperti set-piece sering menjadi pembeda. Karena itu, disiplin taktik dan konsentrasi menjadi kunci dalam laga krusial ini.
Italia kini berada di persimpangan. Lolos atau kembali gagal akan sangat menentukan arah generasi tim nasional saat ini. Bagi Calafiori dan rekan-rekannya, play-off ini bukan sekadar pertandingan, melainkan kesempatan untuk mengakhiri penantian lebih dari satu dekade.










