Isak Bikin Gol Perdana di Anfield, Van Dijk: Ini Baru Permulaan

Kapten Liverpool Virgil van Dijk tampil sebagai pembela setia Alexander Isak. Bek tangguh asal Belanda itu menyebut rekan setimnya sebagai sosok yang “luar biasa” dan menegaskan tidak ada kekhawatiran sedikit pun atas masa depan sang striker di Anfield — meski musim pertama Isak diwarnai badai cedera yang menyiksa.

Pernyataan Van Dijk muncul seusai Liverpool meraih kemenangan meyakinkan 3-1 atas Crystal Palace di Anfield, Sabtu (25/4/2026). 

Isak mencetak gol pertamanya sejak Desember lalu, setelah mengontrol tembakan Alexis Mac Allister yang mengarah meleset, lalu melepaskan tembakan memantul yang melewati kiper Dean Henderson ke sudut kanan gawang.

Kembali Tajam

Perjalanan Isak di Liverpool memang tidak mudah. Pemain internasional Swedia ini mencetak gol pertamanya di Premier League untuk Liverpool di Anfield dalam kemenangan atas tim asuhan Oliver Glasner tersebut — gol pertamanya sejak menderita patah tulang fibula yang membuatnya absen panjang. 

Cedera itu membekukan langkahnya selama 100 hari, salah satu dari serangkaian cobaan yang menghantui sang striker sejak kepindahannya dengan nilai rekor dari Newcastle United.

Namun Van Dijk tidak sedikit pun goyah dalam penilaiannya.

“Itu pernyataan yang meremehkan situasinya kalau cuma bilang dia punya musim yang berat,” kata Van Dijk. 

“Cedera yang dia alami dan waktunya yang tidak pernah tepat itu sangat buruk. Tapi sekarang dia fit dan kita semua tahu apa yang bisa dia berikan — dia menunjukkannya dalam latihan dan di lapangan.”

“Sekarang terserah dia untuk terus menunjukkan itu. Kami senang, saya bangga dengan dia dan kerja kerasnya, dan saya sepenuhnya yakin semua ini akan baik-baik saja.”

Naluri Striker

Van Dijk juga memberikan perspektif yang tajam soal perbedaan peran striker dan bek — sebuah pembelaan cerdas untuk Isak yang kerap dihantam kritik karena tampil meredup di banyak laga.

“Sebagai striker, kamu bisa tidak menyentuh bola atau tidak bermain bagus selama 85 menit, lalu cetak gol penentu dan semua bahagia. Kami sebagai bek bisa bermain bagus 85 menit, buat satu kesalahan dan langsung dicap bek buruk. Agak berbeda,” ujarnya.

“Tapi dari yang saya lihat dari dia, semua orang tahu dan merasakan sebagai rekan tim betapa luar biasanya dia. Ini soal mendapat menit bermain dan kepercayaan diri. Saya tidak khawatir sama sekali tentang dia.”

Isak dan Andy Robertson memastikan keunggulan dua gol Liverpool di babak pertama, sebelum Florian Wirtz mengunci tiga poin di menit-menit akhir dengan tembakan keras yang indah.

Kemenangan ini mendorong Liverpool ke posisi empat klasemen Premier League dengan 58 poin, unggul delapan poin dari posisi keenam, dengan menyisakan empat laga. 

Namun bayang-bayang gelap juga hadir malam itu. Mohamed Salah yang telah mengumumkan kepergiannya dari Liverpool musim panas ini, terpaksa ditarik keluar setelah merasakan cedera hamstring kiri, memunculkan kekhawatiran bahwa laga lawan Palace bisa jadi penampilan terakhirnya bagi The Reds.

Di tengah ketidakpastian itu, Van Dijk melihat Isak dan Wirtz sebagai fondasi masa depan.

“Itulah rencananya sejak awal. Kedua pemain ini dibawa untuk membuat dampak. Bukan musim yang mudah bagi siapa pun, termasuk mereka berdua, tapi kualitasnya terlihat jelas. Musim ini jauh di bawah standar kami. Musim depan, kami wajib memastikan itu tidak terulang lagi, karena itu bukan cara Liverpool.”