Rangkaian aksi demonstrasi anti-pemerintah di Teheran dalam beberapa waktu terakhir ini kerap berakhir dengan kericuhan. (Foto: Associated Press)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Gelombang protes anti-pemerintah yang terus meluas di Iran memaksa sejumlah negara Eropa mengeluarkan perintah evakuasi bagi warga negaranya. Italia, Jerman, Polandia, hingga Spanyol kini dalam posisi siaga satu, meminta siapa pun warganya yang masih berada di Iran untuk segera hengkang.
Imbauan keras ini dikeluarkan pada Rabu (14/1/2026) menyusul eskalasi konflik domestik yang dianggap sudah memasuki zona merah. Teheran, yang menjadi titik pusat konsentrasi warga asing, kini berubah menjadi medan ketegangan yang sulit diprediksi.
Kementerian Luar Negeri Italia, misalnya, mencatat ada sekitar 600 warga negaranya yang saat ini terjebak dalam situasi pelik di Iran. “Kami dengan tegas mengimbau warga Italia di Iran untuk segera meninggalkan negara itu melalui sarana transportasi yang masih tersedia,” tulis pernyataan resmi Roma.
Risiko Penangkapan Sewenang-Wenang
Langkah serupa diambil oleh Berlin. Kedutaan Besar Jerman di Teheran bahkan mengeluarkan peringatan yang lebih spesifik dan menyeramkan. Selain melarang warganya bepergian ke Iran, mereka menyoroti ancaman hukum yang mengintai warga asing di tengah kekacauan.
“Ada risiko nyata penangkapan sewenang-wenang,” tegas otoritas Jerman. Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa hukum di Iran saat ini tengah berada dalam kondisi darurat di mana keselamatan personal tidak lagi terjamin.
Tak ketinggalan, Polandia melalui kanal resminya di platform X, serta Spanyol, turut menyerukan kewaspadaan tinggi. Madrid menilai situasi di kawasan tersebut sudah sangat tidak stabil, sehingga tidak ada alasan bagi warganya untuk tetap bertahan di sana.
Buntut Ambruknya Ekonomi
Bara api demonstrasi ini sebenarnya mulai terpercik sejak 28 Desember lalu. Pemicu utamanya adalah persoalan perut: ekonomi yang memburuk dan anjloknya nilai tukar mata uang rial yang membuat daya beli rakyat hancur lebur.
Namun, protes yang awalnya berbasis tuntutan ekonomi tersebut dengan cepat bertransformasi menjadi gerakan politik anti-pemerintah yang masif. Kini, dunia internasional memantau dengan cemas, apakah Teheran mampu meredam gejolak ini atau justru akan terjebak dalam pusaran konflik yang lebih dalam.
Bagi warga Eropa, perintahnya jelas: keluar sekarang atau menanggung risiko sendiri.










