PepsiCo dan National Geographic Society mengumumkan lima pendanaan riset pertanian baru di empat negara, termasuk Indonesia. Salah satu proyek unggulan datang dari peneliti Indonesia yang menggabungkan kecerdasan buatan dengan analisis DNA tanah untuk memulihkan lahan terdegradasi. Ini bagian dari program global Food for Tomorrow yang diluncurkan pada 2025.
Peneliti sekaligus National Geographic Explorer asal Indonesia, Al Greeny S. Dewayanti, memimpin proyek LIFE (Land Innovation for Food & Empowerment) di kawasan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Proyek ini menguji sistem tumpang sari jagung dan sacha inchi pada lahan pertanian yang sudah terdegradasi. Sacha inchi sendiri adalah tanaman biji kacang bintang yang kaya Omega 3, 6, dan 9 — dikategorikan sebagai superfood bernutrisi tinggi.
Target proyeknya ambisius: memenuhi 80% kebutuhan pangan keluarga di kawasan Labuan Bajo sekaligus memulihkan kualitas tanah yang rusak. Pendekatan ini sekaligus menjawab dua masalah sekaligus — malnutrisi dan degradasi lahan.
AI dan DNA Tanah Jadi Senjata Utama
Cara kerjanya dimulai dari pengambilan sampel tanah yang kemudian dianalisis lewat proses metabarcoding DNA bersama GSI Lab dan Genomics Hub. Analisis ini mengidentifikasi mikroba tanah — mana yang menguntungkan, mana yang merugikan — secara presisi di tingkat laboratorium.
Hasil analisis diolah oleh aplikasi berbasis AI menjadi panduan praktis yang bisa langsung digunakan petani di lapangan. Instruksinya sesederhana: “tambahkan kompos untuk meningkatkan bakteri pengikat nitrogen” atau “lahan siap untuk ditanami.” Untuk pertama kalinya, petani bisa memahami kondisi tanah mereka semudah membaca prakiraan cuaca.
Perempuan Jadi Motor Penggerak
Program ini juga menempatkan perempuan sebagai pemimpin transformasi. Lima kelompok yang terdiri dari 50 perempuan pionir mengelola koperasi sekaligus mempelajari pengolahan sacha inchi menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, termasuk minyak.
Model ini mengintegrasikan kearifan lokal, sains modern, dan teknologi digital secara bersamaan. Hasilnya bukan hanya pemulihan lahan, tapi juga akses ke pendapatan stabil bagi keluarga petani di wilayah rentan.
Target Global PepsiCo dan Konteks Lebih Luas
Program Food for Tomorrow mendanai total lima proyek riset di berbagai negara, menyasar komoditas gandum, jagung, kentang, kedelai, dan kopi. Para peneliti dipilih dari 140 negara dan semuanya tergabung dalam komunitas National Geographic Explorers.
PepsiCo menargetkan penerapan praktik pertanian regeneratif di 10 juta hektar lahan global pada 2030. Riset lapangan proyek LIFE akan berlangsung dua tahun ke depan dengan hasil yang diharapkan bisa direplikasi ke wilayah lain di Indonesia.












