Hasil Lazio vs Parma 1-1: Maurizio Sarri Curhat Soal Musim Berat Biancocelesti

Ibnu Medium.jpeg

Minggu, 5 April 2026 – 08:10 WIB

Tijjani Noslin dari SS Lazio merayakan gol pertamanya selama pertandingan Serie A antara SS Lazio dan Parma Calcio 1913 di Stadio Olimpico pada 4 April 2026 di Roma, Italia. (Foto oleh Marco Rosi - SS Lazio/Getty Images)

Tijjani Noslin dari SS Lazio merayakan gol pertamanya selama pertandingan Serie A antara SS Lazio dan Parma Calcio 1913 di Stadio Olimpico pada 4 April 2026 di Roma, Italia. (Foto oleh Marco Rosi – SS Lazio/Getty Images)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pelatih kepala Lazio, Maurizio Sarri, memberikan salah satu penilaian pascapertandingan yang paling jujur dan penuh refleksi usai timnya ditahan imbang 1-1 oleh Parma. Juru taktik kawakan tersebut secara blak-blakan menggambarkan betapa sulitnya musim yang tengah dijalani skuad Biancocelesti saat ini.

Berbicara kepada Sky Sport seusai laga pada Sabtu (4/4) malam waktu setempat, Sarri melontarkan komentar bernada satire mengenai rentetan ujian yang harus dihadapinya sepanjang kompetisi Liga Italia (Serie A) musim ini.

“Saya akan menyebutnya sebagai musim pembentukan karakter,” ujar Sarri, seperti dikutip dari LaLazioSiamoNoi.

“Akan jauh lebih baik jika pengalaman seperti ini datang 15 tahun yang lalu, karena pada saat itu saya lebih membutuhkan pembentukan karakter. Pada titik karier saya saat ini, saya sebenarnya bisa dengan senang hati melewati musim tanpa harus mengalami semua ini,” tambah pelatih yang telah lebih dari satu dekade malang melintang di level atas sepak bola Eropa tersebut.

Kesulitan Bongkar Pertahanan Rapat Parma

Terkait jalannya pertandingan, Sarri mengakui bahwa formasi bertahan 5-3-2 yang diterapkan Parma sangat menyulitkan anak asuhnya, terutama pada babak pertama.

“Biasanya, jika Anda bisa menahan skor tetap imbang tanpa gol hingga menit ke-70 melawan formasi seperti itu, Anda akan memenangi pertandingan. Sayangnya, kami tidak bisa melakukannya hari ini,” sesalnya.

“Di babak pertama, kami terlalu banyak bermain dengan bola yang menempel di kaki dan tanpa ritme yang tepat. Permainan kami di babak kedua jauh lebih baik, mengingat sifat pertandingan yang tertutup,” analisis eks pelatih Juventus dan Chelsea itu.

Krisis Pemain dan Adaptasi Ratkov

Hasil imbang ini diraih di tengah badai cedera parah yang tengah menghantam skuad Lazio. Sarri harus meracik strategi tanpa kehadiran sederet pilar utama seperti Ivan Provedel, Patric, Mario Gila, Mattia Zaccagni, dan Nicolo Rovella. Menyadari kondisi skuad yang pincang, Sarri menganggap satu poin ini sangat berharga.

“Untungnya, grup ini tampaknya telah menjadi sebuah tim yang sesungguhnya. Reaksi para pemain hari ini adalah buktinya. Ini adalah pertandingan yang sebenarnya bisa berakhir dengan sangat buruk bagi kami,” puji Sarri atas mentalitas anak asuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sarri juga memberikan pembelaan terukur terkait performa striker baru, Ratkov, yang didatangkan pada bursa transfer Januari lalu. Menurutnya, wajar jika sang penyerang masih kesulitan beradaptasi dengan negara, bahasa, dan gaya sepak bola yang sama sekali baru baginya setelah baru dua setengah bulan berada di Italia.

“Sangat normal jika dia merasa kesulitan saat ini. Dia memang sedikit tertinggal dari level yang kami butuhkan saat ini,” pungkasnya.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang