Pelatih kepala Juventus, Luciano Spalletti, tak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya setelah tim asuhannya ditahan imbang 1-1 oleh Sassuolo di Allianz Stadium, Minggu (22/3) dini hari WIB.
Meski Sassuolo datang dengan kondisi skuad yang hancur akibat wabah batuk rejan, Juventus gagal memanfaatkan momentum. Sempat unggul lewat Kenan Yildiz, kemenangan Bianconeri buyar usai Andrea Pinamonti menyamakan kedudukan, dan diperparah oleh kegagalan Manuel Locatelli mengeksekusi penalti di menit akhir.
Minim Kedewasaan dan Salah Ambil Keputusan
Berbicara seusai laga, Spalletti berada di antara memberikan pujian atas dominasi timnya dan melontarkan kritik keras terhadap kualitas penyelesaian akhir para pemainnya di sepertiga akhir lapangan.
“Kami menciptakan begitu banyak peluang, tetapi sering membuat keputusan yang salah,” keluh Spalletti kepada Sky Sport Italia.
Mantan pelatih Napoli tersebut mengkritik minimnya kedewasaan pemain dalam mengeksekusi peluang. Ia mencontohkan Francisco Conceicao yang meski mencetak assist apik untuk gol Yildiz, pemain asal Portugal itu menyia-nyiakan banyak momentum krusial lainnya di babak pertama.
“Kami kebobolan gol penyeimbang, menciptakan cukup banyak situasi yang mirip dengan gol Sassuolo, kami memiliki setidaknya 10 peluang seperti itu, tetapi kami tidak cukup reaktif, tidak membuat pilihan paling cerdas,” tegasnya.
Rekor Buruk Penalti dan Posisi Klasemen
Kegagalan Locatelli mengeksekusi penalti di masa injury time menjadi sorotan tersendiri. Pasalnya, ini adalah penalti ketiga secara beruntun yang gagal dikonversi menjadi gol oleh pemain Juventus di pentas Serie A, menyusul kegagalan serupa dari Kenan Yildiz dan Jonathan David di laga-laga sebelumnya.
“Mempertimbangkan peluang dan cara kami terus menyerang hingga akhir, saya pikir jika kami menang, maka itu sangat layak,” tambah Spalletti.
Hasil imbang ini membuat Juventus tertahan di peringkat kelima klasemen sementara Serie A, menyulitkan langkah mereka untuk mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan. Mereka kini terancam semakin tertinggal dari Como dan berpotensi disalip oleh AS Roma.
Dukungan untuk Timnas Italia
Di balik kekecewaan tersebut, Spalletti menemukan sedikit penghiburan dengan kembalinya dua penyerang utama, Dusan Vlahovic (absen sejak November 2025) dan Arkadiusz Milik (absen sejak Mei 2024), yang diturunkan pada babak kedua.
Selain membahas klubnya, mantan pelatih Timnas Italia itu juga memberikan pandangannya terkait nasib Gli Azzurri yang akan berjuang di play-off Piala Dunia melawan Irlandia Utara. Spalletti, yang dipecat dari kursi timnas hanya setelah dua pertandingan kualifikasi, menyatakan dukungan penuhnya kepada pelatih saat ini, Gennaro Gattuso.
“Saya pikir kita harus percaya pada Nazionale ini. Saya yakin Gattuso membuat keputusan yang tepat, jadi kita memiliki semua yang dibutuhkan untuk lolos ke Piala Dunia,” pungkasnya.
Rangkuman Evaluasi Luciano Spalletti
Kritik Taktik: Pemain terlalu lambat memindahkan bola dan sering membuat keputusan salah di area penalti lawan.
Statistik Minor: Gagal mencetak gol dari 3 hadiah penalti terakhir di Serie A.
Dampak Klasemen: Juventus tertahan di posisi ke-5, berisiko digeser oleh rival di bawahnya.
Kabar Baik: Dusan Vlahovic dan Arek Milik resmi kembali merumput setelah cedera panjang.
Dukungan Eksternal: Mendukung penuh Gennaro Gattuso untuk membawa Timnas Italia lolos ke Piala Dunia 2026.










