Ilustrasi kesehatan mental anak. (Dokumentasi: Istockphoto)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, mengaku prihatin terhadap kondisi kesehatan mental anak, terutama remaja, yang dinilainya kian mengkhawatirkan.
Bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional setiap 23 Juli, Piprim mengingatkan gangguan mental pada anak kerap luput dari perhatian karena tidak mudah dikenali sejak dini.
Piprim menuturkan penyebab gangguan mental pada anak tidak hanya berasal dari lingkungan sekolah, seperti perundungan (bullying), tetapi juga pola pengasuhan orang tua di rumah.
“Kita sering kali mengira bahwa anak-anak itu ya belum saatnya atau akan jarang mengalami gangguan mental, ya. Tetapi ternyata tidak seperti itu, ya. Kadang-kadang gangguan mental pada anak tidak mudah untuk dideteksi, ya, sehingga perlu kepekaan dari orang tuanya, ya,” katanya dalam seminar media yang digelar secara daring oleh Pengurus Pusat IDAI, dikutip Kamis (23/7/2026),
Menurut Piprim, pola asuh yang penuh tekanan dapat menjadi salah satu pemicu munculnya masalah kesehatan mental pada anak.
“Tapi beberapa hal yang mungkin bisa menyebabkan gangguan mental pada anak adalah perilaku parenting dari orang tua sendiri, di samping juga mungkin nanti ada bagaimana lingkungan di sekolah, ya, yang bullying dan sebagainya,” katanya.
Ia kemudian mencontohkan fenomena orang tua yang terlalu ambisius terhadap prestasi anak. Sikap seperti itu, kata Piprim, justru membuat anak tumbuh dalam tekanan sejak dini.
“Orang tua yang punya target-target tertentu yang senantiasa menekan anaknya sehingga dalam suasana under pressure, ya. Itu kemarin di medsos ada seorang ibu yang komplain anaknya baru satu hari masuk sekolah, lalu dia bilang, ‘Saya sungguh kecewa dengan anak saya, sepertinya enggak mungkin jadi juara kelas,” paparnya.
“Ini gambaran orang tua yang luar biasa ambisius, ya. Anaknya baru satu hari masuk sekolah, kemudian ibunya komplain, ‘Anak saya enggak bakal jadi juara.’ Ke depannya ini menekan dari orang tuanya sendiri,” ucapnya.
Karena itu, Piprim menekankan pentingnya penerapan pola asuh yang sehat dan penuh kasih sayang di lingkungan keluarga.
“Nah, di sinilah pentingnya kemudian parenting yang betul, ya. Bagaimana kita bisa mendidik, menumbuhkembangkan anak-anak kita di rumah itu dalam suasana yang hangat, ya, penuh kasih sayang,” katanya.
“Konsep asuh, asih, asah diberikan dengan bijaksana, ya, stimulasinya tanpa target tertentu, karena ini bisa menimbulkan gangguan mental pada anak, ya,” ujarnya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.











