Harga Plastik Melejit, Warga Jakarta Disuruh Balik Pakai Daun Pisang

Reza Medium.jpeg

Minggu, 12 April 2026 – 17:15 WIB

 Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Jakarta Utara, Selasa (7/4/2026). (Foto: Antara/Lifia Mawaddah Putri)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Jakarta Utara, Selasa (7/4/2026). (Foto: Antara/Lifia Mawaddah Putri)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyerukan masyarakat dan pelaku usaha mulai mencari bahan alternatif guna menekan beban ekonomi sekaligus menjaga lingkungan, ditengah lonjakan harga plastik kemasan yang mulai memberatkan warga ibu kota.

“Tentunya kami harus melakukan inovasi karena sekarang ini kebutuhan plastik ini kan pelan-pelan harus dikurangi, harus ada substitusinya,” ujar Pramono, Minggu (12/4/2026).

Pramono menilai penggunaan bahan tradisional bisa menjadi solusi di tengah ketidakpastian harga. Ia mencontohkan daun pisang sebagai pilihan kemasan yang lebih sehat dan ekonomis bagi pedagang kecil.

“Kalau kondisinya tetap seperti ini, pasti akan menjadi beban. Maka untuk itu ya kita kadang-kadang harus kembali ke cara tradisional, pakai bungkus daun pisang dan sebagainya,” ungkap Pramono.

Berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta, harga plastik kemasan melonjak signifikan antara 30 hingga 40 persen. Kenaikan ini memukul sektor usaha makanan dan minuman yang sangat bergantung pada plastik sebagai komponen utama operasional.

Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, menjelaskan kenaikan harga ini merupakan dampak dari dinamika geopolitik global, menyusul konflik antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran pada Maret 2026.

“Berdasarkan pemantauan dan temuan kami di lapangan, kenaikan harga plastik ini terjadi sejak akhir Maret 2026 bersamaan dengan pecahnya konflik geopolitik di Iran, dan berlanjut hingga awal April 2026 ini,” jelas Ratu.

Saat ini, harga kantong kresek mencapai Rp17.000 per pak. Sementara plastik jenis PET dan PE masing-masing naik menjadi Rp22.000 dan Rp21.000 per pak. Wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara tercatat mengalami kenaikan paling tinggi dibanding wilayah lainnya.

“Kenaikan ini terjadi cukup cepat dan dalam beberapa kasus bersifat fluktuatif mengikuti distribusi barang,” pungkas Ratu.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang