Global Sumud Flotilla Resmi Berlayar dari Barcelona, 70 Kapal Menuju Gaza

Misi kemanusiaan internasional bertajuk Global Sumud Flotilla resmi memasuki fase pelayaran. Pada Ahad, 12 April 2026, sekitar 70 kapal yang membawa hampir 1.000 relawan dari 70 negara bertolak dari Barcelona, Spanyol, menuju Gaza.

Keberangkatan ini menandai eskalasi nyata dari solidaritas global terhadap krisis kemanusiaan di Gaza. Armada tersebut membawa misi utama menembus blokade yang diberlakukan Israel sekaligus membuka akses bantuan bagi warga sipil yang terdampak konflik berkepanjangan.

Dalam pernyataan resmi Steering Committee Global Sumud Flotilla, Barcelona disebut sebagai titik balik antara duka dan tindakan. Pernyataan itu menegaskan bahwa menunggu tanpa aksi dinilai setara dengan membiarkan jatuhnya lebih banyak korban sipil di Palestina.

Kekuatan misi ini tidak hanya terletak pada jumlah relawan, tetapi juga pada dukungan organisasi internasional. Greenpeace mengerahkan kapal legendaris Arctic Sunrise untuk memperkuat operasi maritim. Kapal ini dikenal memiliki pengalaman panjang dalam misi lingkungan dan kemanusiaan, termasuk di wilayah konflik dan perairan berisiko tinggi.

Selain itu, kapal penyelamat Open Arms milik Proactiva Open Arms turut bergabung. Organisasi ini selama bertahun-tahun aktif dalam operasi penyelamatan pengungsi di Laut Mediterania. Kehadiran mereka menambah kapasitas evakuasi darurat serta perlindungan sipil bagi para relawan di tengah potensi risiko perjalanan.

Secara strategis, flotilla ini juga diposisikan sebagai bagian dari tekanan global terhadap kebijakan blokade Gaza. Steering Committee menegaskan bahwa armada ini bukan sekadar pengiriman bantuan, tetapi simbol perlawanan terhadap impunitas dan kebuntuan politik internasional.

Keberangkatan armada terjadi kurang dari 24 jam setelah Amnesty International menyerukan jaminan keamanan bagi para relawan. Amnesty memperingatkan potensi penahanan atau tindakan represif yang bisa terjadi selama perjalanan, mengingat sensitivitas geopolitik di kawasan tersebut.

Di sisi lain, gerakan ini diperkuat oleh kampanye global bertajuk “We Rise”. Kampanye tersebut dirancang sebagai tekanan paralel di darat, melalui aksi penutupan pelabuhan yang terkait distribusi senjata, mobilisasi seni publik, hingga seruan boikot dan divestasi ekonomi.

Dengan dimulainya pelayaran dari Barcelona, Global Sumud Flotilla kini memasuki fase paling krusial. Perjalanan menuju Gaza tidak hanya menguji ketahanan logistik dan keselamatan maritim, tetapi juga menjadi ujian terhadap respons komunitas internasional terhadap krisis kemanusiaan yang terus berlangsung.