Gelar Rakor, PBNU Minta Banom dan Lembaga tak Terpengaruh Konflik Inernal

Reyhaanah Medium.jpeg

Rabu, 3 Desember 2025 – 01:10 WIB

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ulil Abshar Abdalla saat ditemui di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (2/12/2025).(Foto: inilah.com/Reyhaanah Asya)

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ulil Abshar Abdalla saat ditemui di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (2/12/2025).(Foto: inilah.com/Reyhaanah Asya)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ulil Abshar Abdalla menyebut rapat koordinasi yang digelar bersama badan otonom (banom) dan ketua lembaga NU meminta agar seluruh warga NU, tidak terpengaruh dengan konflik yang ada saat ini.

“Tadi itu pertemuannya isinya adalah mengoordinasikan lembaga-lembaga supaya mereka tetap bekerja, tidak usah terpengaruh oleh situasi yang sedang berlangsung di PBNU sekarang,” kata Ulil saat ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (2/12/2025).

Untuk itu, seluruh lembaga dan banom yang jumlahnya diperkirakan sekitar 18, mendatangi kantor PBNU untuk menghadiri rapat tersebut. Ulil menambahkan, pertemuan itu sekaligus membahas agenda besar NU mendatang.

“Mereka datang karena kita punya gawe besar pada bulan Januari, yaitu Harlah NU pada tanggal 31. Dan sekaligus ini adalah 100 tahun NU versi kalender masehi. Jadi apa namanya, kita mengoordinasi semuanya lah,” ujarnya.

“Intinya pokoknya memberikan semangat kepada kawan-kawan, tidak usah kendor kerjanya, walaupun ada situasi seperti sekarang,” sambung Ulil.

Sebagai informasi, Ketegangan di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pasca rotasi mendadak Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dari posisi Sekretaris Jenderal tampaknya belum mereda.

Hari ini, Selasa (2/12/2025), Kantor PBNU di Jakarta menjadi saksi bisu adanya dualisme agenda yang digelar hampir bersamaan di satu gedung yang sama.

Berdasarkan dokumen dan informasi yang dihimpun inilah.com, terdapat dua undangan rapat tingkat tinggi dengan inisiator berbeda, yakni dari jajaran Tanfidziyah (Eksekutif) dan jajaran Syuriyah (Legislatif/Tertinggi).

Rapat pertama diinisiasi oleh Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya). Dalam surat undangan bernomor 4794/PB.03/A.I.01.08/99/11/2025, Gus Yahya mengundang seluruh Ketua Umum Badan Otonom (Banom) dan Ketua Lembaga NU.

Yang menarik perhatian publik adalah tanda tangan dalam surat tersebut. Di sebelah tanda tangan Gus Yahya, tertera nama dan tanda tangan Dr. H. Amin Said Husni, M.Ag sebagai Sekretaris Jenderal.

Fakta administratif ini mengonfirmasi berita sebelumnya bahwa posisi Gus Ipul telah resmi digantikan secara operasional oleh Amin Said Husni.

Agenda rapat tertulis “Rapat Koordinasi”, yang disinyalir sebagai upaya Tanfidziyah merapatkan barisan Banom dan Lembaga pasca perombakan struktur.

Hanya berselang 30 menit dari jadwal rapat Tanfidziyah, tepatnya pukul 13.30 WIB, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar juga menggelar pertemuan penting.

Melalui undangan yang beredar di kalangan terbatas, Rais Aam memanggil jajaran Pengurus Besar Harian Syuriyah untuk hadir di Ruang Rapat Lantai 4 PBNU. 

Topik
Komentar