Gelap Mata, Agresi Militer AS dan Israel Sasar 30 Universitas di Seantero Iran

Ikhsan Medium.jpeg

Selasa, 7 April 2026 – 03:04 WIB

Menteri Sains, Penelitian dan Teknologi Iran Hossein Simaei Sarraf. (Foto: IRNA/Marzieh Mousavi)

Menteri Sains, Penelitian dan Teknologi Iran Hossein Simaei Sarraf. (Foto: IRNA/Marzieh Mousavi)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Eskalasi konflik bersenjata di Timur Tengah kian menjauh dari aturan hukum humaniter internasional. Amerika Serikat (AS) dan sekutu dekatnya, Israel, dilaporkan telah membombardir sedikitnya 30 universitas di seluruh wilayah Iran sejak genderang perang ditabuh pada akhir Februari lalu.

Kabar mengejutkan tersebut diungkapkan langsung oleh Menteri Sains, Penelitian dan Teknologi Iran Hossein Simaei Sarraf dalam wawancaranya dengan kantor berita RIA Novosti, dikutip Senin (6/4/2026).

Sarraf membeberkan bahwa serangan udara yang dilancarkan oleh kubu sekutu secara terang-terangan telah menargetkan pusat-pusat pendidikan tinggi dan lembaga penelitian strategis milik Iran.

“Musuh terang-terangan telah menargetkan universitas dan penelitian. Laboratorium, ruang kelas, dan asrama mahasiswa kami diserang. Hingga kini sudah 30 universitas di seluruh negeri yang diserang,” tutur Sarraf mengecam tindakan tersebut.

Frustrasi Akibat Gagal di Medan Tempur

Sarraf menilai, aksi ugal-ugalan yang menyasar fasilitas sipil dan dunia akademik tersebut merupakan cerminan dari rasa frustrasi yang mendalam dari pihak AS dan Israel. Menurutnya, kedua negara tersebut tengah dilanda keputusasaan yang akut setelah gagal memetik hasil signifikan dalam konfrontasi militer secara langsung dengan angkatan bersenjata Iran.

Sebagaimana diketahui, babak baru ketegangan ekstrem ini pecah pada 28 Februari lalu. Saat itu, militer AS dan Israel melancarkan agresi gabungan berskala besar dengan menggempur sejumlah titik vital di Iran, termasuk menyasar ibu kota Teheran.

post-cover
Potret kerusakan di Sharif University of Technology, Teheran, akibat serangan udara pasukan AS-Israel, Senin (6/4/2026). (Foto: WANA News Agency)

Baku hantam udara tersebut tidak hanya memicu kerusakan masif pada infrastruktur pertahanan, melainkan juga merenggut banyak korban dari kalangan warga sipil.

Berang dengan serangan sepihak tersebut, Iran langsung membalas dengan meluncurkan hujan drone dan rudal balistik ke wilayah Israel serta menyasar pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat yang tersebar di beberapa negara Timur Tengah.

Pergeseran Target dan Alasan Operasi

Hal lain yang mengundang sorotan tajam dari krisis ini adalah inkonsistensi narasi yang dibangun oleh pihak penyerang. Pada awal operasi militer dijalankan, Washington dan Tel Aviv kompak mengeklaim bahwa agresi brutal tersebut mutlak diperlukan guna melumpuhkan program pengembangan nuklir Iran.

Namun seiring berjalannya waktu, dalih itu perlahan bergeser secara radikal. Kedua negara adidaya tersebut kini secara terbuka menyuarakan ambisi terselubung mereka, yakni untuk menggulingkan rezim sah yang tengah berkuasa di Teheran.

Tindakan menyerang institusi pendidikan ini dinilai banyak pihak sebagai upaya sistematis untuk memutus mata rantai kemajuan sains dan teknologi Iran di masa depan.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang