Gara-gara MSCI Endus Saham Gorengan, Rontok IHSG Dua Hari Berturut-turut

Clara Medium.jpeg

Kamis, 29 Januari 2026 – 14:22 WIB

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (28/1/2026). BEI menghentikan sementara perdagangan (trading halt) pukul 13.43 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS). (Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/bar).

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (28/1/2026). BEI menghentikan sementara perdagangan (trading halt) pukul 13.43 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS). (Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/bar).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Gara-gara Morgan Stanley Capital International (MSCI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung nyungsep 665.89 poin, atau minus 8 persen ke level 7,654.66 pada perdagangan Kamis (29/1/2026).

Alhasil, Bursa Efek Indonesia (BEI) terpaksa menghentikan perdagangan sementara atau trading halt. Tak kira-kira, penghentian ini berlangsung dua hari berturut-turut.

Atas perkembangan ini, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menduga MSCI mencium adanya saham gorengan di lantai bursa di Indonesia. Kecurigaan itu masuk akal karena MSCI sempat mempertanyakan transparansi sejumlah emiten yang diperdagangkan di pasar saham Indonesia. Karena tidak transparan, muncul dugaan saham gorengan.

“Ini kan MCSI masuk ke satu indeks yang disebut MCSI indeks. Kalau saham bagus, pasti bisa masuk. Tapi (saham) gorengan ‘dipaksa’ masuk (indeks) tapi MSCI curiga itu saham gorengan. Mereka minta lebih transparan aja penghitungannya,” ujar Purbaya saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis  (29/1/2026).

Purbaya menegaskan, Bursa Efek Indonesia (BEI) harus berani mengambil langkah ekstrem untuk mengembalikan kepercayaan pasar. Salah satunya dengan membersihkan saham-saham gorengan.

“Kalau yang jatuh bursa saham-saham gorengan kan saya udah ingatkan dari dulu, bersihkan bursa dari saham gorengan,” terang Purbaya.

Meski IHSG sempat anjlok, Purbaya meyakini kondisi ini hanya guncangan jangka pendek atau temporary shock. Ia menyebut Otoritas Jasa Keuangan serta Bursa Efek Indonesia telah mengambil langkah-langkah lebih lanjut.

“Nanti mungkin Pak Mahendra akan menjelaskan lebih detail langkah apa yang akan diambil oleh OJK. Tadi pagi antara lain membicarakan hal tersebut dan sudah disimpulkan apa yang akan dilakukan,” imbuh Purbaya.

MSCI Endus Saham Gorengan

Pada selasa (27/1), MSCI mengeluarkan MSCI Global Standard Indexes yang membeberkan masih kuatnya kekhawatiran dari investor global terhadap transparansi struktur kepemilikan saham di Indonesia, meski terdapat perbaikan minor dalam data free float dari BEI.

Dijelaskan MSCI, sebagian pelaku pasar global mendukung penggunaan laporan Monthly Holding Composition Report dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai data tambahan.

Namun, lebih banyak investor global yang menyampaikan kekhawatiran signifikan atas kategorisasi pemegang saham KSEI. Karena, dinilai belum cukup andal untuk mendukung penilaian free float dan kelayakan investasi.

Menurut MSCI, persoalan mendasar masih berkaitan dengan keterbatasan transparansi struktur kepemilikan saham, serta potensi perilaku perdagangan terkoordinasi yang dapat mengganggu pembentukan harga wajar.

Bisa jadi yang dimaksud adalah saham gorengan yang ciri khasnya harga melejit secara ekstrem. Jika kenaikan ekstrem lebih dari 2 hari, maka otoritas bakal memasukannya ke daftar UMA (Unusual Market Activity).

Sehingga wajar jika MSCI selaku penyedia indeks saham global yang sangat memengaruhi harga saham, menyatakan butuh informasi kepemilikan saham secara lebih rinci dan dapat diandalkan. Termasuk pemantauan konsentrasi kepemilikan saham, guna mendukung penilaian free float yang lebih robust.

“Sejalan dengan kondisi tersebut, MSCI menerapkan perlakuan sementara atau interim treatment untuk sekuritas Indonesia yang berlaku efektif segera,” dikutip dari situs resminya.