MV Hondius, kapal ‘wabah’ hantavirus saat berlabuh di Pulau Tenerife, Kepulauan Canary, Spanyol, Minggu (10/5/2026). (Foto: AFP/Jorge Guerrero)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Proses evakuasi besar-besaran penumpang kapal pesiar yang terpapar wabah mematikan Hantavirus di perairan Pulau Tenerife, Spanyol, memasuki babak akhir. Dua penerbangan evakuasi terakhir dijadwalkan tinggal landas pada Senin (11/5/2026) sore waktu setempat.
Menteri Kesehatan Spanyol Monica Garcia mengonfirmasi bahwa hingga Minggu (10/5/2026), sebanyak 94 penumpang telah berhasil diturunkan dari kapal. Operasi ini menjadi perhatian dunia setelah virus langka tersebut merenggut nyawa di atas kapal.
Repatriasi Lintas Negara
Menurut laporan media lokal, dua penerbangan tersisa akan memulangkan warga negara asing ke tanah air mereka. Penerbangan repatriasi Australia dijadwalkan membawa enam penumpang. Sementara itu, penerbangan Belanda akan mengangkut 18 orang, termasuk para pelancong dari negara-negara yang tidak menyediakan fasilitas evakuasi mandiri.
Sebelumnya, evakuasi dimulai pada Minggu dengan prioritas 14 warga negara Spanyol. Mereka diterbangkan menggunakan pesawat militer menuju Madrid untuk menjalani karantina ketat dan serangkaian tes di rumah sakit militer.
Kontroversi dan Risiko Penularan
Langkah evakuasi ini tidak berjalan mulus. Presiden Kepulauan Canary, Fernando Clavijo, sempat melontarkan keberatan keras terkait prosedur keamanan kesehatan di wilayahnya.
Meski demikian, otoritas Spanyol menepis kekhawatiran publik mengenai kemungkinan hewan pengerat (tikus) pembawa virus mencapai daratan. Pejabat setempat menegaskan bahwa kemungkinan ‘tikus Andes’ berenang dari kapal menuju pantai Canary adalah nol.
Varian Andes yang Mematikan
Wabah ini memicu alarm global karena melibatkan varian Andes. Berbeda dengan jenis Hantavirus lainnya, varian Andes merupakan satu-satunya jenis yang terbukti dapat menular antarmanusia, terutama melalui kontak dekat.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan sejauh ini terdapat lima kasus terkonfirmasi, dengan tiga di antaranya berakhir dengan kematian. Penelusuran WHO mengungkap bahwa dua penumpang yang meninggal sempat melakukan perjalanan melalui Argentina, Chile, dan Uruguay sebelum naik ke kapal pesiar tersebut.
Respons Darurat Global
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat telah menetapkan status respons darurat Level 3 untuk menangani wabah ini. Meski merupakan tingkat aktivasi terendah, CDC tetap melakukan pengawasan ketat.
“Seluruh penumpang akan dipantau selama kurang lebih enam minggu, sesuai dengan masa inkubasi virus,” ujar pejabat CDC.
Saat ini, otoritas kesehatan di sejumlah negara bagian AS juga tengah melacak para pelancong yang telah turun dan meninggalkan kapal sebelum wabah ini secara resmi dikonfirmasi.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.










