Krisis Timur Tengah memanas! China, Korea Selatan, dan Australia mulai evakuasi ribuan warga dari Iran, UEA, dan Israel. (Foto: Associated Press)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Eskalasi perang antara poros Amerika Serikat-Israel melawan Iran telah memicu gelombang evakuasi besar-besaran. Sejumlah negara Asia kini tengah berjibaku menyelamatkan warganya dari garis depan pertempuran yang kian tak terkendali.
Laporan Xinhua, Sabtu (7/3/2026), menyebutkan bahwa operasi penyelamatan ini dilakukan menyusul serangan balik Iran yang kian intensif menargetkan pangkalan militer dan fasilitas diplomatik di berbagai penjuru kawasan.
China dan Korea Selatan Ambil Langkah Drastis
Pemerintah China menjadi salah satu yang tercepat dalam merespons situasi. Melalui koordinasi ketat Kedutaan Besar mereka di Teheran, lebih dari 260 warga negara China berhasil diseberangkan menuju Azerbaijan melalui jalur darat yang dijaga ketat.
Langkah serupa diambil Korea Selatan (Korsel). Berdasarkan laporan Yonhap News, Seoul telah memindahkan 65 warganya dari Qatar ke Arab Saudi. Sementara itu, 41 warga lainnya dievakuasi dari Yordania menggunakan penerbangan komersial.
Namun, tantangan terbesar Korsel ada di Uni Emirat Arab (UEA). Sekitar 3.000 warga Korea Selatan dilaporkan terjebak akibat lumpuhnya jadwal penerbangan internasional. Guna mengatasi hal ini, Seoul berencana menyewa pesawat berkapasitas 290 kursi dari Etihad Airways untuk menjemput mereka via Abu Dhabi pada Minggu (8/3/2026).
Tak hanya negara Asia Timur, Australia juga telah mengeluarkan mandat bagi warganya untuk segera meninggalkan Timur Tengah. Canberra mengimbau warga Australia memanfaatkan setiap penerbangan komersial yang masih tersedia sebelum ruang udara benar-benar tertutup total akibat perang terbuka.
Dampak Serangan Sabtu Kelam
Ketegangan yang berujung pada eksodus ini merupakan buntut dari serangan gabungan AS dan Israel pada Sabtu pekan lalu (28/2/2026). Operasi militer tersebut merenggut lebih dari 1.000 nyawa, termasuk figur sentral Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei serta sejumlah pejabat militer senior.
Balasan Iran yang melibatkan ribuan drone dan rudal kini menyasar pangkalan-pangkalan AS di seluruh wilayah Teluk, termasuk Israel. Kondisi ini membuat negara-negara tetangga seperti Kuwait, Bahrain, dan Irak kini menjadi zona transit darurat bagi para pengungsi asing yang mencoba keluar dari “lubang jarum” peperangan.
Bagi komunitas internasional, evakuasi ini adalah sinyal paling jelas bahwa Timur Tengah sedang berada dalam titik didih yang paling berbahaya dalam satu dekade terakhir.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













