Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). (Foto: Antara Foto/Rivan Awal Lingga/app/kye).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Ekonom sekaligus pakar kebijakan publik UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, menilai pidato Presiden Prabowo Subianto tentang kerangka Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027, merupakan upaya strategis untuk membangun kembali kepercayaan publik dan investor terhadap arah perekonomian nasional.
Menurut Achmad Nur, tantangan ekonomi Indonesia saat ini bukan hanya soal menjaga pertumbuhan, tetapi juga menyangkut persepsi publik terhadap masa depan ekonomi nasional. “Urgensi utama dari pidato langsung Presiden sebenarnya terletak pada kebutuhan membangun kembali kepercayaan,” ujar Achmad Nur di Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Ia menjelaskan, dalam beberapa bulan terakhir mulai muncul kecemasan publik terhadap kondisi fiskal negara. Meski defisit APBN secara formal masih terkendali, tekanan pembiayaan dinilai semakin berat.
Di sisi lain, penerimaan negara mulai menghadapi perlambatan seiring penurunan harga komoditas global.
Sementara kebutuhan belanja pemerintah terus meningkat, mulai dari subsidi energi, program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan infrastruktur, hingga berbagai program populis lainnya.
Menurut Achmad Nur, situasi tersebut membuat pelaku pasar semakin berhati-hati dalam membaca arah kebijakan ekonomi pemerintah. “Investor membaca situasi ini dengan sangat sensitif. Mereka tidak hanya melihat angka APBN, tetapi juga konsistensi kebijakan,” kata Achmad Nur.
Karena itu, ia menilai kehadiran Presiden untuk menyampaikan langsung pidato Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 menjadi sangat penting di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Melalui langkah tersebut, pemerintah dinilai ingin menunjukkan bahwa kendali ekonomi tetap berada di tangan kepala negara dan tidak berjalan sendiri-sendiri di bawah kementerian teknis.
“Pidato Presiden hari ini menjadi lebih dari sekadar seremoni kenegaraan. Ia berubah menjadi panggung penegasan arah ekonomi nasional. Kehadiran Presiden juga dapat dibaca sebagai upaya meredam spekulasi negatif,” ujarnya.
Pada tahun-tahun sebelumnya, pidato pendahuluan KEM-PPKF RAPBN umumnya disampaikan oleh Menteri Keuangan. Tahun ini menjadi kali pertama pidato tersebut dibacakan langsung oleh Presiden.
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menyebut langkah Prabowo tersebut sebagai tradisi baru dalam penyampaian kerangka ekonomi makro di DPR.
Sementara itu, Prabowo Subianto menjelaskan alasan dirinya turun langsung menyampaikan pidato pendahuluan RAPBN 2027 di Kompleks Parlemen DPR/MPR RI, Jakarta, karena Indonesia tengah menghadapi tantangan geopolitik dan geoekonomi global yang penuh ketidakpastian.
“Kita sekarang sebagai bangsa menghadapi tantangan geopolitik dan geoekonomi yang penuh dengan konflik, ketegangan, dan ketidakpastian. Oleh karena itu, karena kondisi yang kita hadapi seperti ini, saya berpendapat bahwa Presiden Republik Indonesia harus hadir langsung menyampaikan pokok-pokok pikiran perekonomian dan pengelolaan negara,” ujar Prabowo.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













