Ekonom INDEF Sebut Skema 92 Persen untuk Driver Ojol Jadi Titik Tengah

Ibnu Medium.jpeg

Jumat, 22 Mei 2026 – 10:02 WIB

Pengendara ojek daring menunjukan bukti transaksi perjalanan di Jalan Balap Sepeda, Pulo Gadung, Jakarta, Selasa (5/5/2026). (Foto: Antara)

Pengendara ojek daring menunjukan bukti transaksi perjalanan di Jalan Balap Sepeda, Pulo Gadung, Jakarta, Selasa (5/5/2026). (Foto: Antara)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), M. Rizal Taufikurahman, menilai langkah aplikator seperti GoTo Group yang menyesuaikan skema bagi hasil menjadi 92 persen untuk mitra pengemudi dan 8 persen untuk aplikator sebagai bentuk adaptasi positif terhadap arahan pemerintah.

Menurut Rizal, kebijakan tersebut menunjukkan adanya upaya perusahaan mencari keseimbangan antara kepatuhan terhadap regulasi, peningkatan kesejahteraan mitra pengemudi, dan keberlanjutan bisnis digital nasional.

“Langkah ini dapat dilihat sebagai titik tengah antara kepatuhan terhadap arahan pemerintah, upaya menjaga kesejahteraan mitra, dan kebutuhan menjaga sustainability bisnis digital nasional,” ujar Rizal, Kamis (21/5/2026).

Ia menilai GoTo masih memiliki ruang bertahan yang cukup kuat karena bisnis perusahaan tidak hanya bertumpu pada layanan transportasi online, tetapi juga ditopang ekosistem digital yang terintegrasi.

“GoTo masih memiliki ruang bertahan cukup besar karena kekuatan utamanya bukan hanya layanan transportasi online, tetapi ekosistem digital yang terintegrasi antara mobility, delivery, merchant, dan layanan keuangan digital,” katanya.

Menurut Rizal, penurunan komisi aplikator memang berpotensi menekan margin perusahaan dalam jangka pendek. Namun kondisi tersebut tidak otomatis melemahkan bisnis apabila perusahaan mampu menjaga volume transaksi, loyalitas pengguna, efisiensi teknologi, dan monetisasi ekosistem.

“Tantangan ke depan adalah bagaimana GoTo bertransformasi dari model bakar uang menuju model bisnis yang lebih sustainable,” ujarnya.

Ia menambahkan transformasi tersebut harus tetap menjaga keseimbangan antara kesejahteraan mitra pengemudi, harga kompetitif bagi konsumen, serta profitabilitas perusahaan di tengah tekanan regulasi dan persaingan industri digital.

Sebelumnya, Gojek menyatakan dukungan terhadap arahan pemerintah terkait skema komisi ojek online melalui konferensi pers pada 19 Mei 2026. Direktur Utama GoTo Hans Patuwo menyampaikan sejumlah strategi perusahaan, mulai dari penyesuaian skema bagi hasil GoRide hingga penghentian program langganan GoRide Hemat untuk mitra pengemudi.

Selain GoTo, Grab Indonesia juga menyatakan akan berkoordinasi dengan pemerintah terkait implementasi aturan baru tersebut.

CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan pihaknya berupaya menjaga pendapatan mitra pengemudi di tengah dinamika industri saat ini.

“Grab akan senantiasa berkoordinasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan implementasi Perpres bagi mitra pengemudi transportasi roda dua nantinya akan berjalan dengan lancar,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Rizal menegaskan kebijakan penyesuaian komisi aplikator perlu dilihat secara menyeluruh karena industri ojek online memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.

Menurutnya, ekosistem ojek online saat ini menopang sekitar 5,53 juta lapangan kerja secara langsung maupun tidak langsung.

“Ekosistem ojek online saat ini berkontribusi signifikan terhadap PDB dan menopang sekitar 5,53 juta pekerjaan secara langsung dan tidak langsung,” katanya.

Karena itu, ia mengingatkan perlindungan terhadap mitra pengemudi perlu tetap diimbangi dengan keberlanjutan industri, investasi teknologi, dan kualitas layanan bagi konsumen serta merchant.

“Jika margin aplikator terlalu ditekan tanpa reformasi model bisnis dan efisiensi operasional, risiko yang muncul justru shifting burden ke bentuk lain seperti penurunan insentif, pengurangan promo, kenaikan biaya layanan, atau penurunan kualitas layanan kepada konsumen dan merchant,” tutup Rizal.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang