Ederson dari Atalanta BC merayakan gol kedua timnya bersama rekan satu timnya dalam pertandingan Fase Liga Champions UEFA 2025/26 MD5 antara Eintracht Frankfurt dan Atalanta BC di Stadion Frankfurt pada 26 November 2025 di Frankfurt am Main, Jerman. (Foto: Alex Grimm/Getty Images)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Atalanta menunjukkan wajah baru yang jauh lebih agresif bersama pelatih Raffaele Palladino. Bertandang ke kandang Eintracht Frankfurt, La Dea tampil brutal dan pulang membawa kemenangan telak 3-0 dalam laga fase liga Liga Champions, Kamis (27/11) dini hari WIB.
Pertandingan ini menjadi debut Palladino di Liga Champions setelah sebelumnya menjalani debut Serie A saat kalah dari Napoli.
Namun di Frankfurt Stadion, racikan taktiknya langsung memberi dampak besar. Atalanta tampil dominan, agresif, dan mematikan dalam transisi.
Meski kedua tim memiliki hubungan persahabatan panjang antar-suporter sejak tahun 2000, atmosfer laga tetap intens.
Frankfurt, yang sebelumnya menahan Napoli 0-0, mencoba menekan sejak awal dan mendapatkan peluang lewat Jonathan Burkhardt dan Robin Koch. Namun performa solid Marco Carnesecchi membuat gawang Atalanta tetap aman.
La Dea meningkatkan tekanan di pertengahan babak pertama. Mereka bahkan dua kali mengenai tiang gawang dalam selang 30 detik lewat aksi solo Ademola Lookman dan tembakan Gianluca Scamacca.
Momentum itu akhirnya terbayar ketika babak kedua dimulai. Pada menit ke-60, Charles De Ketelaere mengirim umpan silang cerdas dari sisi kanan, dan Lookman menuntaskannya dengan sontekan voli halus di tiang jauh.
Belum sempat Frankfurt bernapas, Atalanta menggandakan skor dua menit kemudian. Lookman kembali berperan sebagai kreator lewat serangan balik cepat, sebelum melepaskan umpan terukur untuk disambar Ederson menjadi gol kedua.
Frankfurt benar-benar runtuh. Hanya tiga menit setelah gol Ederson, Scamacca melepaskan tembakan keras yang membentur mistar, dan De Ketelaere dengan cepat membaca situasi untuk menyambar bola muntah menjadi gol ketiga di menit ke-65.
Tiga gol hanya dalam lima menit membuat Atalanta mustahil dikejar.
Bagi Palladino, kemenangan ini menjadi penegasan bahwa Atalanta siap kembali bersaing di Eropa. Sementara Frankfurt tak kuasa menahan badai serangan cepat tim tamu yang tampil nyaris tanpa celah.














