Ilustrasi premanisme. (Foto: ANTARA/HO)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
DPRD DKI Jakarta menyoroti fenomena “no viral no justice” dalam penanganan kasus premanisme yang belakangan ramai terjadi di ibu kota. Pola penindakan yang dinilai menunggu kasus viral di media sosial dianggap menjadi sinyal lemahnya respons awal aparat.
Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Kevin Wu, mengatakan sejumlah kasus pemalakan dan intimidasi di kawasan Tanah Abang menunjukkan kecenderungan aparat baru bergerak setelah mendapat sorotan publik.
“Jangan sampai penegakan hukum terkesan menunggu viral dulu. Ini yang justru menimbulkan keresahan di masyarakat,” kata Kevin dalam keterangannya, Minggu (3/5/2026).
Ia menilai, maraknya video aksi premanisme yang beredar di media sosial merupakan bentuk respons warga atas rasa tidak aman yang mereka alami. Informasi tersebut disebarluaskan sebagai peringatan bagi masyarakat lain sekaligus dorongan agar aparat segera bertindak.
Menurutnya, kondisi ini menjadi indikator bahwa kepercayaan publik terhadap penanganan keamanan masih perlu diperkuat. Penanganan yang bersifat reaktif dinilai tidak cukup untuk menekan aksi premanisme yang terus berulang.
Selain itu, Kevin juga menyoroti keterbatasan sistem pengawasan di Jakarta, terutama terkait minimnya jumlah kamera pengawas atau CCTV. Banyaknya titik yang belum terpantau dinilai menjadi celah bagi pelaku kejahatan untuk beraksi.
Ia mendorong adanya penguatan sistem keamanan melalui penambahan CCTV dan peningkatan patroli rutin di wilayah rawan. Dengan langkah tersebut, diharapkan potensi kejahatan bisa dicegah sejak dini tanpa harus menunggu viral.
Di sisi lain, ia juga menyinggung adanya dugaan keterlibatan oknum yang membekingi praktik premanisme. Jika tidak ditindak tegas, hal itu dinilai dapat menghambat upaya pemberantasan kejahatan di lapangan.
DPRD DKI pun berharap aparat penegak hukum dapat mengedepankan langkah preventif dan respons cepat, sehingga masyarakat tidak lagi bergantung pada viralnya sebuah kasus untuk mendapatkan keadilan.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













