Danantara Siap Groundbreaking Proyek Waste to Energy di 4 Kabupaten/Kota di Kuartal I-2026

Diana Medium.jpeg

Kamis, 22 Januari 2026 – 16:50 WIB

Lead of Waste to Energy Danantara Investment Management, Fadli Rahman (kedua dari kiri) menerangkan proyek WtE merupakan solusi pengelolaan sampah skala nasional. (Foto: Dok Danantara Indonesia).

Lead of Waste to Energy Danantara Investment Management, Fadli Rahman (kedua dari kiri) menerangkan proyek WtE merupakan solusi pengelolaan sampah skala nasional. (Foto: Dok Danantara Indonesia).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Lead of Waste to Energy Danantara Investment Management, Fadli Rahman mengungkap adanya 4 kabupaten/kota yang siap untuk groundbreaking atau peletakan batu pertama proyek Waste to Energy (WtE) di akhir kuartal I-2026.

“Sudah ada empat kota dan kabupaten yang menyatakan kesiapannya di akhir tahun 2024 kemarin. Pertama adalah Bogor dan Kabupaten Bogor. Lokasi berikutnya adalah Denpasar dan kabupaten sekitarnya, Yogyakarta dan kabupaten sekitarnya, dan kemudian Kota Bekasi,” tutur Fadli dalam diskusi bertajuk ‘Pengelohan Sampah menjadi Energi Listrik atau WtE’ di Auditorium CSIS, Jakarta Pusat, dikutip Kamis (22/1/2026).

Keempat kabupaten/kota ini, kata dia, nantinya akan diumumkan Danantara akan bermitra dengan siapa, setelah proses seleksi rampung digelar dalam beberapa pekan ke depan. “Dan kemudian akan kita lakukan groundbreaking, mudah-mudahan di akhir Q1 ini untuk proses konstruksi selama sekitar 1,5 sampai 2 tahun. Jadi proses akselerasi ini pun harus kita jaga bersama,” jelasnya.

Selain itu, Danantara juga akan kembali melakukan proses pemilihan mitra dalam waktu dekat yang melibatkan 6 kabupaten/kota, yang juga sudah menyatakan kesiapannya dalam proyek WtE.

“Memang lingkup baru 10 kabupaten/kota, tapi Perpres ini baru diterbitkan di akhir Oktober, in less than 4 months, (sudah) proses penandatanganan perjanjian kerja sama. Dan ini kita targetkan semua ditandatangani bulan Februari,” kata dia.

“Jika kita bandingkan dengan proses sebelumnya yang bisa memakan waktu bertahun-tahun, saya rasa ini perlu kita apresiasi, perlu kita dukung, dan perlu kita jaga bersama. Karena akselerasi ini tentunya akan ada dampaknya juga gitu, dampak dari sisi governance harus kita jaga bareng-bareng,” ungakpnya. 

Dia pun membandingkan Indonesia saat ini, dengan China di awal 2.000-an. Kedua negara ini sama-sama menghadapi krisis sampah serupa dengan tingkat pendapatan per kapita yang relatif sama. 

Kala itu, China memulai program besar-besaran waste to energy yang kini berkembang pesat dengan lebih dari 1.000 fasilitas. Mayoritas menggunakan teknologi mechanical grate incinerator yang canggih dan ramah lingkungan. 

Teknologi insinerasi modern yang akan diterapkan di Indonesia, lanjut Fadli, memiliki standar pembakaran yang sangat sempurna serta sistem penyaringan berlapis yang ketat. Bahkan, standar emisi yang diterapkan disebut lebih ketat dibandingkan regulasi Uni Eropa. Hal ini menjadi komitmen Danantara dalam memastikan aspek lingkungan dan kesehatan masyarakat tetap terjaga.