Cuaca Ekstrem Mengancam Jakarta, BPBD DKI Kembali Lakukan OMC

Basuki Medium.jpeg

Selasa, 27 Januari 2026 – 00:22 WIB

Petugas BPBD saat mengangkut bahan semai ke pesawat pada operasi modifikasi cuaca di Jakarta, Selasa (26/1/2026). (Foto: BPBD DKI)

Petugas BPBD saat mengangkut bahan semai ke pesawat pada operasi modifikasi cuaca di Jakarta, Selasa (26/1/2026). (Foto: BPBD DKI)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta kembali melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mengantisipasi cuaca ekstrem. Pada OMC ke-11, BPBD menebarkan sebanyak 1.600 kg bahan semai di langit perairan Laut Jawa dan Tangerang Selatan, yang dilakukan melalui dua sorti penerbangan.

“Operasi ini merupakan langkah mitigasi dini untuk mengurangi risiko dampak cuaca ekstrem, khususnya hujan dengan intensitas tinggi yang berpotensi menimbulkan genangan dan banjir,” ujar Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji di Jakarta, Senin (26/1/2026).

Ia menjelaskan, operasi ini merupakan hasil sinergi antara BPBD Provinsi DKI Jakarta dengan BNPB, BMKG, TNI Angkatan Udara, serta unsur terkait lainnya.

Pada sorti pertama, pesawat melakukan penyemaian awan di atas langit Tangerang Selatan pada ketinggian 5.000–7.000 kaki. Dan pada sorti ini digunakan bahan semai berupa Kalsium Oksida (CaO) sebanyak 800 kilogram.

Sorti kedua, dilaksanakan pada siang hari dengan fokus penyemaian awan di wilayah Perairan Laut Jawa, penerbangan dilakukan pada ketinggian 8.000–12.000 kaki, dengan area semai pada radial 030–060 derajat.

“Pada sorti ini digunakan bahan semai berupa Natrium Klorida (NaCl) sebanyak 800 kilogram,” ujarnya.

Lebih lanjut Isnawa menyampaikan pelaksanaan OMC hari ke-11 merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengantisipasi potensi curah hujan tinggi.

“Pelaksanaan OMC dilakukan berdasarkan analisis kondisi atmosfer serta pemantauan cuaca secara berkelanjutan, sehingga penyemaian awan dapat diarahkan ke wilayah yang lebih aman,” katanya.

BPBD Provinsi DKI Jakarta terus melakukan evaluasi harian terhadap pelaksanaan OMC serta memperkuat koordinasi lintas instansi guna memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.