Carlos Alcaraz Pecat Juan Carlos Ferrero Usai 7 Tahun Bersama

Ibnu Medium.jpeg

Kamis, 18 Desember 2025 – 04:20 WIB

Carlos Alcaraz dari Spanyol merayakan poin melawan Alex de Minaur dari Australia dalam pertandingan Penyisihan Grup pada hari pertama Nitto ATP Finals 2025 di Inalpi Arena pada 9 November 2025 di Turin, Italia. (Foto: Clive Brunskill/Getty Images)

Carlos Alcaraz dari Spanyol merayakan poin melawan Alex de Minaur dari Australia dalam pertandingan Penyisihan Grup pada hari pertama Nitto ATP Finals 2025 di Inalpi Arena pada 9 November 2025 di Turin, Italia. (Foto: Clive Brunskill/Getty Images)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Kabar mengejutkan datang dari dunia tenis internasional. Petenis peringkat satu dunia, Carlos Alcaraz, secara resmi mengumumkan berakhirnya kerja sama dengan pelatih lamanya, Juan Carlos Ferrero, pada Rabu (17/12/2025). Pengumuman ini menandai akhir dari kemitraan emas selama tujuh tahun yang telah mengantarkan Alcaraz ke puncak supremasi tenis pria.

Keputusan ini disampaikan langsung oleh Alcaraz melalui media sosialnya, sekaligus menutup babak perjalanan yang dimulai sejak ia masih berusia 15 tahun.

Arsitek Kesuksesan 6 Grand Slam

Di bawah tangan dingin Ferrero, Alcaraz yang kini berusia 22 tahun telah menjelma menjadi fenomena global. Kolaborasi keduanya menghasilkan enam gelar Grand Slam (dua French Open, dua Wimbledon, dan dua US Open) serta total 24 gelar tur, termasuk delapan trofi Masters 1000.

Musim 2025 sendiri menjadi tahun yang gemilang bagi pasangan guru-murid ini, di mana Alcaraz mencatatkan rekor kemenangan terbaik dalam kariernya (71 kemenangan) dan menyabet delapan gelar juara. Ferrero juga lah yang membimbing Alcaraz memecahkan rekor sebagai petenis termuda yang mencapai peringkat 1 dunia usai menjuarai US Open 2022.

Salam Perpisahan Emosional

Dalam pernyataannya, Alcaraz menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada mentornya tersebut.

“Setelah lebih dari tujuh tahun bersama, Juanki (sapaan akrab Ferrero) dan saya memutuskan untuk mengakhiri babak kebersamaan kami sebagai pelatih dan pemain,” tulis Alcaraz.

“Terima kasih telah mengubah mimpi masa kecil menjadi kenyataan. Kita memulai perjalanan ini saat saya masih anak-anak, dan sepanjang waktu itu Anda telah menemani saya dalam perjalanan luar biasa, baik di dalam maupun di luar lapangan,” tambahnya.

Isyarat Kekecewaan Ferrero?

Sementara itu, Juan Carlos Ferrero turut merilis pernyataan yang menyiratkan nada kesedihan, sekaligus mengindikasikan bahwa perpisahan ini mungkin bukan sepenuhnya keinginannya.

“Hari ini adalah hari yang sulit. Salah satu hari di mana sulit menemukan kata-kata yang tepat,” tulis Ferrero.

Mantan petenis nomor satu dunia yang baru saja memenangkan penghargaan ATP Coach of the Year 2025 (bersama Samuel Lopez) itu menambahkan, “Saya berharap bisa terus melanjutkannya (melatih Alcaraz).”

Pemisahan ini terjadi tak lama setelah Samuel Lopez bergabung dengan tim kepelatihan Alcaraz pada tahun 2025. Kini, publik tenis menanti siapa sosok tunggal yang akan mendampingi Alcaraz mempertahankan dominasinya di musim mendatang.