Isu kembalinya Lionel Messi kembali mengemuka di Barcelona, kali ini datang dari panggung politik klub. Calon presiden Barcelona, Marc Ciria, secara terbuka menyatakan tekadnya untuk membawa Messi kembali ke Camp Nou jika memenangkan pemilihan presiden tahun depan.
Masa jabatan presiden Barcelona saat ini, Joan Laporta, akan berakhir pada 2026. Pemilihan presiden klub dijadwalkan berlangsung antara Maret hingga Juni 2026. Ciria secara resmi mengumumkan pencalonannya pekan ini dan langsung menempatkan nama Messi sebagai isu sentral dalam visinya membangun kembali Barcelona.
“Kami ingin legenda-legenda kami bisa kembali ke klub dengan cara yang pantas, bukan diam-diam di tengah malam,” ujar Ciria dalam acara peluncuran kampanyenya, Selasa. Pernyataan ini merujuk pada kunjungan singkat Messi ke Spotify Camp Nou pada November lalu yang dilakukan secara tertutup.
Menurut Ciria, Messi adalah figur yang tak tergantikan bagi Barcelona, bukan hanya dari sisi olahraga, tetapi juga secara komersial dan institusional.
“Dia adalah sosok yang wajib kembali. Hubungan Messi dan Barcelona harus seperti Michael Jordan dan Nike. Lebih dari sekadar sepak bola, ini menyangkut identitas, sponsor, La Masia, dan masa depan klub,” katanya.
Ciria secara terang-terangan mengaitkan rencana pemulangan Messi dengan kondisi keuangan Barcelona yang masih rapuh. Ia menilai kehadiran Messi—dalam kapasitas apa pun—dapat menjadi katalis untuk pemulihan finansial klub.
“Dengan pemain terbaik dalam sejarah klub, kami bisa melakukan banyak hal dan menghasilkan banyak pendapatan. Membawanya pulang adalah langkah penting jika kami ingin keluar dari situasi finansial saat ini,” tegas Ciria.
Secara realistis, kembalinya Messi sebagai pemain terbilang sulit. Penyerang berusia 38 tahun itu baru saja memperpanjang kontraknya bersama Inter Miami hingga akhir 2028, setelah membawa klub MLS tersebut menjuarai MLS Cup untuk pertama kalinya. Namun wacana pemulangan Messi tidak selalu dimaknai sebagai comeback di lapangan.
Keinginan untuk melibatkan Messi dalam struktur Barcelona juga disuarakan kandidat presiden lain, Victor Font, yang pada pemilihan 2021 finis di posisi kedua di bawah Laporta. Font menyebut Messi akan menjadi “telepon pertama” yang ia hubungi jika terpilih.
Relasi Messi dan Laporta sendiri sempat membeku sejak kepergian Messi pada 2021, ketika Barcelona gagal menyelesaikan perpanjangan kontrak akibat krisis finansial dan aturan LaLiga. Messi pergi tanpa laga perpisahan karena situasi pandemi, meninggalkan luka emosional bagi banyak pihak.
Laporta belakangan mencoba memperbaiki hubungan tersebut dengan rencana membangun patung Messi di Camp Nou sebagai bentuk penghormatan. Namun Ciria menilai pendekatan simbolik saja tidak cukup.
“Ini bukan soal patung atau laga penghormatan. Ini soal kesepakatan besar yang menjadikan atlet terbaik di planet ini sebagai duta terbesar Barcelona,” ujarnya.
Messi sendiri sempat membuka pintu secara emosional. Dalam unggahan media sosial setelah kunjungan ke Camp Nou, ia menulis harapannya untuk suatu hari kembali ke Barcelona, bukan sekadar untuk berpamitan sebagai pemain—sesuatu yang tak pernah ia dapatkan.
Dengan pemilihan presiden kian mendekat, nama Messi tampaknya akan terus menjadi magnet politik di Barcelona. Bukan sekadar nostalgia, tetapi simbol identitas, luka masa lalu, dan harapan untuk masa depan klub.













