Wakil Ketua Komisi VII DPR, Chusnunia Chalim di Bandara Hang Nadim Batam, Kepri, Jumat (21/11/2025). (Foto: ANTARA/Amandine Nadja).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Wakil Ketua Komisi VII DPR Chusnunia Chalim meminta Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang dipimpin Widiyanti Putri Wardhana bisa mengakselerasi fokus pariwisata dari kuantitas kunjungan ke kualitas pengalaman, nilai ekonomi, keberlanjutan, dan manfaat sosial.
Dia menjelaskan, faktor keselamatan dan kenyamanan menjadi salah satu fokus pembenahan yang harus diperhatikan bersama.
“Kasus kematian pelatih Valencia, Fernando Martin Carreras beberapa waktu lalu akibat kapal wisatanya tenggelam di Labuan Bajo, harus menjadi bahan pembelajaran, dan evaluasi bersama tentang pentingnya menghadirkan pariwisata yang berkualitas ke depan,” kata Chusnunia di Jakarta, Jumat (2/1/2026.
Menurut dia, Kemenpar perlu melihat perubahan pola perjalanan wisata yang menghadirkan tantangan. sekaligus peluang yang harus dijawab dengan kreativitas dan kolaborasi.
Selama bertahun-tahun, kata dia, orientasi pariwisata dirayakan melalui angka jumlah kunjungan. Padahal, sektor pariwisata tidak cukup hanya dihitung dari berapa jumlah orang yang datang. “Hal yang jauh lebih penting adalah pengalaman, kesiapan masyarakat lokal, dan manfaat ekonomi bagi daerah,” ungkap Chusnunia.
Dia menyampaikan, tren utama pariwisata pada tahun ini, meliputi wellness, ekowisata, gastronomi, budaya otentik, dan adopsi digital, akan mendorong peningkatan devisa, pemberdayaan komunitas, dan daya saing global Indonesia melalui kolaborasi strategis dan pemanfaatan teknologi.
“Pariwisata Indonesia tidak boleh lagi hanya dipandang hanya sebagai sektor hiburan tetapi sebagai investasi jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat,” kata Chusnunia.
Dari berbagai peninjauan ke lapangan, dia menilai wisatawan semakin mencari pengalaman yang mendalam.
Menurut Chusnunia, wisatawan tidak hanya ingin melihat pemandangan, tetapi juga merasakan kehidupan masyarakat lokal, tradisi, musik, kuliner, serta cerita kehidupan di balik sebuah destinasi. “Kemenpar harus mengorkestrasi potensi-potensi wisata yang dalam upaya mendorong pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan,” pungkasnya.














