Bocoran Samsung Galaxy S26 FE Mulai Gentayangan di Geekbench, Usung Exynos 2500 dan Android 17

Belum lama merilis lini flagship Galaxy S26 Series ke pasaran, Samsung tampaknya tidak ingin membuang waktu untuk kembali menggebrak pasar. Raksasa teknologi asal Korea Selatan tersebut kini tengah mempersiapkan varian lebih ramah kantong, yakni Galaxy S26 Fan Edition (FE).

Kabar kehadiran suksesor varian FE ini terendus setelah sebuah perangkat misterius yang diduga kuat sebagai Galaxy S26 FE menampakkan diri di platform pengujian performa populer, Geekbench.

Dilansir dari Gizmochina, Minggu (5/4/2026), ponsel yang mengusung nomor model SM-S741 tersebut tertangkap kamera dibekali dengan prosesor deca-core dengan kecepatan komputasi yang impresif hingga 3,30 GHz. Arsitektur ini sengaja mengombinasikan inti performa tinggi dan efisiensi daya.

Boyong Exynos 2500 dan Kejutan Android 17

Bocoran data tersebut juga menyinggung keberadaan pengolah grafis (GPU) Xclipse 950. Kode ini mengindikasikan kuat bahwa dapur pacu Galaxy S26 FE bakal ditenagai oleh chipset kembangan mandiri Samsung, yakni Exynos 2500.

Langkah Samsung menyematkan Exynos 2500 dinilai banyak pengamat sangat sejalan dengan strategi tradisional perusahaan. Mereka konsisten menempatkan seri FE satu tingkat sedikit di bawah model flagship utama dari segi performa murni, namun tetap bertenaga untuk melibas tugas harian.

Hasil pengujian performa di Geekbench mencatatkan skor yang cukup menjanjikan. Perangkat ini meraih skor 2.426 poin untuk single-core dan melesat hingga 8.004 poin untuk pengujian multi-core. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan performa yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan generasi pendahulunya.

Namun, kejutan terbesar justru datang dari sektor perangkat lunak. Data Geekbench mengungkap bahwa ponsel tersebut diuji menggunakan kapasitas RAM 8GB dan berjalan di atas sistem operasi Android 17. Hal ini memicu spekulasi kuat bahwa Galaxy S26 FE berpotensi menjadi salah satu ponsel pintar pertama di dunia yang langsung mengadopsi sistem operasi teranyar tersebut saat diluncurkan nanti.

Catatan Hasil Pengujian

Meskipun hasil ini memicu antusiasme tinggi di kalangan pencinta gadget, perlu dicatat bahwa hasil akhir pada unit komersial nanti bisa saja bervariasi. Faktor versi perangkat lunak yang masih dalam tahap awal pengembangan sangat memengaruhi kestabilan angka performa.

Selain itu, pengujian kali ini diketahui masih menggunakan aplikasi pengujian Geekbench versi lama. Hal tersebut berpotensi memberikan deviasi atau pengaruh kecil terhadap hasil skor akhir yang ditampilkan di publik. Publik kini menanti pengumuman resmi Samsung untuk membuktikan kebuasan performa dari ponsel ‘flagship paket hemat’ ini.