Kepala SKK Migas Djoko Siswanto di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, Selasa (29/7/2025). (Foto: ANTARA/Putu Indah Savitri).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) mempertanyakan beredarnya surat dari Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bernomor R-187.Und/KP.05/SJN.M/2026 tertanggal 4 Agustus 2026.
Surat berstatus segera dan rahasia itu, beragendakan pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat tinggi di lingkungan Kementerian ESDM yang dijadwalkan berlangsung melalui video conference pada hari ini, Rabu (5/8/2026).
Sekretaris Jenderal (Sekjen) CERI, Hengki Seprihadi mempertanyakan bocornya surat dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian ESDM Nomor R-187.Und/KP.05/SJN.M/2026 tertanggal 4 Agustus 2026.
“Kami mempertanyakan, apakah sekarang rencana pelantikan pejabat di lingkungan Kementerian ESDM sudah masuk dalam informasi yang harus dirahasiakan? Apa yang sebenarnya dirahasiakan dari agenda pelantikan ini,” kata Hengki.
Menurut Hengki, pertanyaan tersebut menjadi relevan karena surat undangan itu, tidak hanya ditujukan kepada pejabat internal Kementerian ESDM. Daftar undangannya mencakup unsur pimpinan lembaga strategis sektor energi, termasuk jajaran pimpinan SKK Migas dan BPMA (Badan Pengelola Migas Aceh).
Penggunaan label rahasia terhadap agenda pelantikan pejabat tinggi di sektor energi ini, menurut Hengki, berpotensi memunculkan spekulasi publik. Terutama karena nama pejabat yang akan dilantik tidak disebutkan dalam dokumen tersebut.
“Justru karena disebut rahasia, publik kemudian bertanya-tanya. Ada apa sebenarnya? Apakah hanya rotasi pejabat di lingkungan ESDM atau ada perubahan pada jabatan strategis lainnya?” kata Hengki.
Pergantian Kepala SKK Migas?
Selanjutnya Hengki menyoroti keberadaan jajaran pimpinan SKK Migas dalam daftar undangan. Apakah agenda pelantikan ini berkaitan dengan perubahan kepemimpinan di SKK Migas.
“Benarkah Kepala SKK Migas akan diganti hari ini? Ini yang perlu dijelaskan. Kami tidak mengatakan bahwa pergantian itu sudah pasti terjadi. Tetapi keberadaan jajaran pimpinan SKK Migas dalam daftar undangan ini, menimbulkan pertanyaan yang wajar,” tegas Hengki.
Hengki mengatakan, apabila benar Kepala SKK Migas Djoko Siswanto yang akrab disapa Djoksis diganti, adalah sah-sah saja. Menjadi momentum untuk mengevaluasi kinerja pengelolaan hulu migas nasional selama kepemimpinan Djoksis.
“Jika benar Djoksis diganti ya bagus. Karena memang tak punya prestasi sejak dilantik pada 7 November 2024, sebagai Kepala SKK Migas. Hingga akhir Juli 2026, lifting minyak nasional malah anjlok di bawah 600.000 barel per hari,” tandasnya.
Dirinya juga mempertanyakan penurunan produksi minyak di Blok Rokan yang sebelumnya dikelola Chevron. “Kami mendapat informasi, lifting minyak Blok Rokan sekarang, hanya 139.000 barel per hari. Jauh ketika alih kelola pada 9 Agustus 2021, sebesar 163.000 barel per hari. Ini menjadi catatan serius,” katanya.
Menurut Hengki, penurunan tersebut perlu menjadi bahan evaluasi karena setelah alih kelola Blok Rokan dari Chevron Pacific Indonesia (CPI) kepada Pertamina Hulu Rokan (PHR), telah dilakukan pengeboran dalam jumlah besar dan pengembangan teknologi peningkatan perolehan minyak.
Upaya mengonfirmasi adanya pergantian di tubuh SKK Migas telah dilakukan Inilah.com kepada Djoko Siswanto melalui aplikasi WhatsApp (WA). Namun, sampai berita diturunkan, belum mendapatkan respons.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.










