Mantan pemain Timnas Indonesia, Atep Rizal (kedua kiri), Bambang Pamungkas (kedua kanan), Firman Utina (kanan) di ajang Vidio Sports Festival yang digelar di Plaza Timur, Senayan, Jakarta, Minggu (19/10/2025).(Foto: inilah.com/Harris Muda)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Persija Jakarta memilih tak mau ambil pusing dengan tudingan liar yang terus menghantam Macan Kemayoran di tengah persaingan mereka menuju tangga juara Super League 2025/2026.
Salah satu tuduhan yang akrab di telinga, tak lain ialah Persija sebagai ‘Anak Papa’.
Ejekan ‘APBD FC’ muncul akibat banyaknya sponsor perusahaan BUMD Provinsi DKI Jakarta di seragam Macan Kemayoran. Selain itu julukan ‘Anak Papa’ juga belakangan ramai beredar di media sosial.
Istilah tersebut kerap dikaitkan dengan rekam jejak Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, yang pernah menjabat Presiden Persija pada periode 2015 hingga 2019.
Direktur Olahraga Persija, Bambang Pamungkas, memilih untuk tidak terlalu menggubris tudingan tersebut. Lagi pula, menurutnya julukan seperti itu bukan hal baru bagi Persija.
Ia berujar, stigma serupa sudah muncul sejak dirinya masih aktif bermain untuk Macan Kemayoran.
Situasi yang sama bahkan pernah mengemuka ketika isu mafia bola mencuat pada awal 2019, beberapa bulan setelah Persija meraih gelar juara Liga 1, saat Bambang juga turut mengangkat trofi.
“Saya enggak mau jawab masalah itu ya. Karena rasanya sebutan ‘Anak Papa’ itu sejak saya masih main ya. Jadi udah terlalu expired untuk dibahas,” tuturnya dalam dalam acara Ngopi Bareng Persija di Kuningan, Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Nada serupa juga disampaikan Direktur Persija, Mohamad Prapanca. Ia menanggapi santai cibiran yang beredar di media sosial tersebut.
“Loh ya emang kita anaknya bapak (orang tua laki-laki-red) kita masing-masing gimana sih? Dari siapa sih yang ngomong?,” ucap Prapanca berkelakar.
Saat ini, Persija memilih fokus untuk terus berada di jalur kemenangan demi membuka kans merengkuh titel juara Super League 2025/2026.
Persija sekarang ini berada di peringkat ketiga klasemen sementara dengan 51 poin. Mereka tertinggal enam angka dari pemuncak klasemen Persib Bandung yang telah mengoleksi 57 poin. Di atas Persija juga terdapat Borneo FC yang menempati posisi kedua dengan keunggulan tiga poin.
Meski selisih poin cukup signifikan, manajemen menilai peluang Persija untuk juara masih terbuka. Dengan 10 pertandingan tersisa, masih tersedia maksimal 30 poin yang bisa diraih hingga akhir musim.
Menurut Bambang, pihaknya telah menegaskan kepada tim peluang tersebut harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Konsistensi menjadi kunci utama jika Persija ingin terus memberi tekanan kepada pesaing di papan atas.
“Kami masih punya peluang asalkan tidak kepleset. Itu yang menjadi acuan bagi kami untuk terus mendukung tim,” ujar Bambang.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.














