Lamine Yamal dari FC Barcelona merayakan setelah mencetak gol ketiga timnya selama pertandingan LaLiga EA Sports antara FC Barcelona dan RCD Espanyol de Barcelona di Spotify Camp Nou pada 11 April 2026 di Barcelona, Spanyol. (Foto: Eric Alonso/Getty Images)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Barcelona berhasil memantapkan posisinya di puncak klasemen sementara Liga Spanyol (LaLiga) usai melibas rival sekotanya, Espanyol, dengan skor telak 4-1 dalam laga Derby Catalan di Spotify Camp Nou, Sabtu (11/4) waktu setempat.
Kemenangan ini membuat Blaugrana kini unggul sembilan poin dari rival abadi mereka, Real Madrid, dengan hanya menyisakan tujuh pertandingan liga. Lebarnya jarak poin tersebut tidak lepas dari rentetan hasil buruk yang menimpa kubu Los Blancos. Setelah pekan lalu takluk dari Mallorca, skuad asuhan Alvaro Arbeloa itu kembali terpeleset usai hanya mampu bermain imbang melawan Girona pada Jumat (10/4).
Meski angin segar gelar juara LaLiga semakin kuat berhembus ke arah Catalunya berkat delapan kemenangan beruntun ini, pelatih Barcelona, Hansi Flick, dengan tegas memperingatkan anak asuhnya untuk tidak jemawa.
“Ini belum selesai,” tegas Flick dalam konferensi pers pascapertandingan. “Sembilan poin itu bagus. Ini adalah perasaan yang baik. Tetapi kami harus mengerjakan pekerjaan rumah kami.”
“Kami tidak boleh memiliki sikap bahwa (perburuan gelar) ini sudah selesai. Itu adalah cara yang salah dan saya tidak akan menerima hal tersebut. Sampai ini benar-benar selesai, kami harus bermain sebaik mungkin,” lanjut pelatih asal Jerman itu.
Pembuktian Ferran Torres
Dua dari empat gol kemenangan Barcelona pada babak pertama diborong oleh Ferran Torres. Dwigol tersebut terasa sangat spesial bagi sang striker lantaran ia akhirnya sukses mengakhiri puasa gol dalam 13 pertandingan terakhirnya sejak 31 Januari lalu. Torres merayakan golnya dengan gaya menutup telinga, sebuah respons atas derasnya kritik yang menerpanya selama masa krisis gol.
“Tentu saja penyerang dinilai dari golnya,” ujar Torres kepada wartawan. “Sudah lama saya tidak mencetak gol, tetapi saya selalu percaya pada apa yang saya lakukan dan bahwa pada akhirnya itu akan membuahkan hasil. Selalu ada banyak kebisingan di luar sana—lebih banyak negatif daripada positif. Apa yang saya lakukan mengganggu mereka. Terkadang segala sesuatunya tidak berhasil, tetapi itu bukan karena kurangnya kerja keras.”
Memasuki babak kedua, Espanyol sempat memperkecil ketertinggalan melalui gol Pol Lozano pada menit ke-56. Namun, gol ke-15 Lamine Yamal di pentas LaLiga musim ini serta tambahan satu gol dari penyerang anyar Marcus Rashford di penghujung laga, memastikan poin penuh jatuh ke tangan tuan rumah.
Tatap Kebangkitan Lawan Atletico Madrid
Seusai pertandingan, para pendukung Barcelona bertahan di dalam stadion sambil menggemakan chant “Ya, kita bisa” (Yes we can). Fokus tim dan fans kini langsung beralih ke laga hidup-mati leg kedua babak perempat final Liga Champions melawan Atletico Madrid pada hari Selasa (14/4) mendatang.
Diketahui, Barcelona tengah tertinggal agregat 0-2 akibat kekalahan di leg pertama. Namun, Flick dan para pemainnya sangat yakin mereka mampu menciptakan momen epik comeback di markas Atletico.
“Tim berada dalam suasana hati yang baik, Anda bisa melihatnya. Atmosfernya bagus dan para pemain berada dalam momen yang tepat,” tambah Flick.
“Kami membutuhkan permainan yang sempurna dan kami mampu melakukan ini. Saya tahu Atletico adalah tim yang fantastis, tetapi kami juga memiliki tim yang hebat. Saya pikir semua orang sudah siap untuk itu. Semua orang ingin menunjukkan bahwa kami bisa melakukannya,” tutupnya dengan penuh optimisme.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













