Bank bjb mendorong calon pensiunan di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Pekalongan mempersiapkan masa purnabakti secara lebih matang melalui Program bjb Pra-Purnapreneurship.
Program yang digelar pada 3 September 2026 tersebut menyasar Pegawai Negeri Sipil (PNS), khususnya guru dan tenaga kependidikan (GTK), yang dalam beberapa tahun mendatang akan memasuki masa pensiun.
Pembekalan tidak hanya diarahkan pada kesiapan finansial, tetapi juga mencakup aspek mental, sosial, kewirausahaan, serta kemampuan untuk tetap produktif setelah masa kerja berakhir.
Melalui program tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya literasi dan perencanaan keuangan. Pemahaman tersebut diharapkan membantu calon pensiunan menyusun prioritas kebutuhan dan merencanakan kehidupan jangka panjang secara lebih terarah.
Kenalkan Pembiayaan Pra-Pensiun
Dalam kegiatan tersebut, bank bjb turut memperkenalkan Kredit Pra Purna Bhakti (KPPB) sebagai salah satu pilihan layanan untuk membantu nasabah mempersiapkan masa transisi menuju pensiun.
Produk yang diperkenalkan meliputi bjb KPPB Grace Period dan bjb KPPB Manfaat Ganda. Keduanya disebut memberikan fleksibilitas sesuai kebutuhan nasabah, termasuk untuk pengembangan usaha maupun kebutuhan multiguna menjelang pensiun.
Selain mendapatkan edukasi mengenai pembiayaan, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai alternatif permodalan melalui produk kredit produktif maupun kredit konsumtif.
Belajar dari Pelaku Usaha
Program bjb Pra-Purnapreneurship juga menghadirkan pelaku usaha Bangkir Farm, Muhammad Rizki Kurniawan, yang merupakan salah satu mitra bank bjb KCP Pekalongan.
Rizki membagikan pengalaman membangun usaha peternakan ayam KUB yang telah berkembang di Salatiga, Semarang, dan Pekalongan.
Pengalaman tersebut memberikan gambaran kepada peserta mengenai peluang kewirausahaan yang dapat dikembangkan sesuai minat, kemampuan, dan potensi masing-masing.
Sementara itu, Trainer Program bjb Pra-Purnapreneurship Ivan Rida Pratama memberikan materi mengenai literasi dan perencanaan keuangan sebagai fondasi membangun kemandirian ekonomi setelah pensiun.
Peserta juga mendapat ruang berdiskusi mengenai perencanaan kehidupan setelah pensiun, peluang usaha, hingga pilihan solusi keuangan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
Pensiun Tak Berarti Berhenti Produktif
bank bjb menilai persiapan masa pensiun tidak semata-mata ditentukan oleh kesiapan finansial. Kemampuan membangun aktivitas produktif yang sesuai dengan kondisi dan potensi juga menjadi bagian penting dalam menghadapi masa purnabakti.
Karena itu, program Pra-Purnapreneurship memperkenalkan perspektif kewirausahaan sebagai salah satu alternatif kegiatan setelah pensiun.
Melalui pembekalan tersebut, peserta didorong melihat pengalaman, keterampilan, dan minat yang telah dimiliki sebagai modal untuk mengembangkan aktivitas ekonomi yang memberikan nilai tambah.
bank bjb menyatakan akan terus menghadirkan edukasi dan solusi keuangan yang relevan untuk membantu masyarakat mempersiapkan masa depan secara lebih terencana, termasuk menghadapi masa transisi dari dunia kerja menuju purnabakti.












