Banjir rob setinggi 20 cm menggenangi Jalan RE Martadinata dekat Jakarta Internation Stadium (JIS), Jakarta Utara, Jumat (5/12/2025) pagi. Sejumlah pengendara terlihat menerobos genangan air.(Foto: Inilah.com/Syahidan).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Banjir rob masih menggenangi kawasan Jakarta International Stadium (JIS) di Jalan RE Martadinata, Jakarta Utara, pada Jumat (5/12/2025) pagi.
Pantauan di lokasi sekitar pukul 10.40 WIB, ketinggian air di Jalan RE Martadinata masih sekitar 20 sentimeter (cm). Sejumlah kendaraan mogok, sementara kendaraan lain berjalan pelan.
Beberapa warga yang motornya mogok terpaksa mendorong kendaraannya ke lokasi yang kering. Sejumlah petugas dari Satpol PP, PPSU, dan Dinas Sumber Daya Air (SDA) terlihat mengatur lalu lintas di area tersebut.
Salah satu pengendara motor, Fitra (36), menyebut banjir di jalanan ini sudah terjadi sejak Kamis (4/12). Ia mengaku terpaksa menerjang banjir karena tidak ada jalan lain untuk menuju tempat kerjanya.
“Kemarin lewat sini juga, ngebut aja udah. Untung enggak mogok,” kata Fitra saat ditemui di lokasi.

Sementara itu, Abdal (27) mengungkapkan kekesalannya karena motornya mogok di tengah banjir dan harus menunggu lebih lama agar bisa menyala kembali.
“Ini paling nunggu dulu bentar, nyala sih harusnya,” ujar Abdal.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan bahwa banjir rob akan terjadi di Jakarta pada 4–6 Desember 2025, dengan puncak diperkirakan terjadi Jumat (5/12/2025) pukul 09.00 WIB.
“Hari ini tanggal 4. Dari kemarin saya sudah mendapatkan data dan menyampaikan ke publik bahwa banjir rob akan terjadi, dan hari ini memang sudah terjadi. Puncak banjir rob itu besok tanggal 5 jam 09.00 pagi,” kata Pramono dalam sambutannya pada acara TPID & TP2DD Provinsi DKI Jakarta di Hotel Sari Pacific, Jakarta Pusat, Kamis (4/12/2025).
Ia telah menginstruksikan jajaran Dinas Sumber Daya Air dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta untuk mempersiapkan seluruh kebutuhan menghadapi banjir rob, terutama di titik-titik yang diprediksi tergenang.
“Tempat yang sudah kita prediksi akan terkena banjir rob salah satunya adalah Muara Angke, Marunda, dan sebagainya. Karena itu mitigasi bencana menjadi sangat penting,” ujarnya.
Fenomena banjir rob ini, kata Pramono, tidak akan berhenti hanya sampai 6 Desember. Pada minggu terakhir akhir tahun, banjir rob diprediksi kembali terjadi. Sementara pada Januari 2026, intensitas hujan tinggi diperkirakan akan turun di Jakarta.










