Asisten pengundian Tom Brady, Asisten pengundian Shaquille O’Neal, Konduktor Samantha Johnson, Legenda FIFA Rio Ferdinand, Asisten pengundian Aaron Judge dan Asisten pengundian Wayne Gretzky berdiri di atas panggung saat Iran ditampilkan di layar selama Pengundian Resmi Piala Dunia FIFA 2026 di John F. Kennedy Center for the Performing Arts pada 5 Desember 2025 di Washington, DC. (Foto: Getty Images)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, pada Senin (25/5) menyatakan bahwa dirinya sama sekali tidak keberatan negaranya menjadi tuan rumah bagi base camp (pusat latihan) Timnas Iran untuk kompetisi Piala Dunia 2026 musim panas ini. Keputusan ini diambil setelah lokasi pemusatan latihan skuad Iran dipindahkan dari Amerika Serikat ke Meksiko.
Berdasarkan keterangan federasi sepak bola Iran, tim nasional mereka akan tetap memainkan pertandingan babak penyisihan Piala Dunia di Amerika Serikat. Namun, base camp tempat mereka berlatih dan menginap resmi dipindahkan ke kota Tijuana, Meksiko, yang berbatasan langsung di sebelah selatan San Diego, California.
Perkembangan situasi ini tidak lepas dari latar belakang ketegangan geopolitik dan konflik bersenjata di Iran, yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu.
Dalam sebuah konferensi pers, Sheinbaum mengungkapkan bahwa ia diberitahu oleh perwakilan FIFA mengenai keengganan pihak Amerika Serikat untuk membiarkan skuad sepak bola Iran menghabiskan waktu di luar jadwal pertandingan di wilayah teritorial AS.
“Amerika Serikat tidak ingin tim nasional Iran menginap di Amerika Serikat,” ujar Sheinbaum kepada para wartawan. Ia menambahkan bahwa perwakilan FIFA kemudian bertanya, “Bisakah mereka menginap di Meksiko?”
“Dan kami menjawab, ‘Ya, tidak masalah. Kami sama sekali tidak memiliki masalah dengan hal tersebut,’” tegas Sheinbaum.
Tetap Bertanding di Amerika Serikat
Sebelum pecahnya konflik, Timnas Iran awalnya merencanakan untuk mendirikan base camp mereka di Tucson, Arizona. Namun, seiring dengan meningkatnya ketegangan, tim asuhan federasi Iran tersebut mengonfirmasi pemindahan markas ke Tijuana pada akhir pekan lalu.
Keputusan ini juga telah dikonfirmasi secara resmi oleh pihak FIFA pada Senin malam waktu setempat.
Selama turnamen Piala Dunia yang akan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli dan diselenggarakan bersama oleh AS, Kanada, dan Meksiko tersebut, Timnas Iran dijadwalkan melakoni pertandingan mereka di Amerika Serikat.
Mereka akan bertanding di Inglewood, California, melawan Selandia Baru pada 15 Juni dan Belgia enam hari kemudian (21 Juni), sebelum bertolak ke Seattle untuk menghadapi Mesir pada 26 Juni.
Kemungkinan pemindahan markas ini memang telah menjadi perbincangan selama berbulan-bulan di tengah ketidakpastian seputar konflik di Timur Tengah dan kekhawatiran terkait keamanan. Sanksi dari pemerintah AS terhadap Iran kemungkinan besar juga akan membuat masa tinggal tim di AS menjadi sangat rumit.
Sementara itu, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat dalam sebuah pernyataan resmi pada hari Senin menyebutkan bahwa Presiden Donald Trump telah menegaskan bahwa tim Iran dipersilakan untuk berpartisipasi dalam turnamen tersebut.
Meski demikian, pernyataan tersebut sama sekali tidak membahas mengenai lokasi menginap tim ataupun menanggapi komentar Presiden Sheinbaum.
Saat ini, Sheinbaum memastikan bahwa pemerintahannya terus bekerja sama dan berkoordinasi secara intensif dengan FIFA untuk mematangkan segala persiapan sebelum kompetisi sepak bola terbesar di dunia itu bergulir.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.












