Apresiasi Bantuan BTN, Hashim: Banyak Pahlawan Indonesia yang Belum Punya Rumah Layak

Iwan Medium.jpeg

Selasa, 1 September 2026 – 10:42 WIB

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan, Hashim Djojohadikusumo bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait serahkan 30 Sertipikat Hak Milik (SHM) program Rumah Cahaya kepada Pahlawan Terlupakan di Jakarta, Senin (31/8/2026). (Foto: Antara).

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan, Hashim Djojohadikusumo bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait serahkan 30 Sertipikat Hak Milik (SHM) program Rumah Cahaya kepada Pahlawan Terlupakan di Jakarta, Senin (31/8/2026). (Foto: Antara).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Hormati dedikasi dan pengabdian para pahlawan serta keluarganya, PT Bank Tabungan Negara (Persero/BTN) Tbk serahkan bantuan 30 rumah layak huni serta sertifikat hak milik (SHM), lewat program Rumah Cahaya yang diinisiasi Yayasan Pahlawan Harapan Sejahtera Indonesia Emas (PHSI)

Ketua Dewan Pembina Yayasan PHSI sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan, Hashim Djojohadikusumo mengatakan, penyediaan rumah layak huni merupakan salah satu bagian penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Saat ini, masih banyak rakyat Indonesia yang belum memiliki hunian yang layak, termasuk para pahlawan yang telah berjasa bagi bangsa.

“Indonesia sudah merdeka 81 tahun, tetapi sebagian rakyat kita belum bahagia karena belum memiliki rumah yang layak. Karena itu, kita ingin membantu mereka yang belum memiliki rumah layak huni, termasuk para pahlawan yang telah berjasa bagi bangsa ini,” ujar Hashim di Jakarta, dikutip Selasa (1/9/2026).

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait (Ara) mengapresiasi inisiatif Rumah Cahaya yang dinilainya menjadi contoh nyata kolaborasi antara Pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendukung penyediaan hunian layak.

Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menyelesaikan persoalan perumahan di Indonesia. “Saya mengucapkan terima kasih atas inisiatif ini. Ini sangat baik karena memang pemerintah tidak bisa bekerja sendirian. Yang penting adalah membangun super team dan membangun kolaborasi. Saya juga berterima kasih kepada Yayasan Rumah Cahaya dan Pak Nixon karena program ini tepat sasaran,” ujar Ara.

Dia menilai, program Rumah Cahaya memiliki makna penting karena diberikan kepada para pahlawan bangsa yang telah berjasa, baik di medan perjuangan maupun melalui kontribusi di bidang lainnya, termasuk olahraga.

“Menurut kami, para pahlawan bangsa yang sudah berjasa, baik di medan pertempuran sebagai keluarga veteran, istri veteran, istri pejuang, maupun di bidang olahraga, ini adalah langkah yang bagus dan nyata. Sekali lagi, terima kasih, karena ini adalah wujud nyata kolaborasi,” katanya.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu mengatakan, BTN merasa terhormat dapat menjadi bagian dari program Rumah Cahaya. Menurutnya, perhatian terhadap perumahan tidak berhenti pada upaya membantu masyarakat memiliki rumah, tetapi juga mencakup penyediaan hunian yang layak bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan.

“Bagi kami, apa yang dilakukan hari ini bukan sekadar penyerahan rumah. Ini adalah bentuk penghormatan kepada orang-orang yang dahulu telah memberikan begitu banyak bagi Indonesia. Hari ini kita ingin mengatakan bahwa jasa mereka tidak pernah sia-sia dan tidak pernah dilupakan,” ujar Nixon.

Nixon menambahkan, penyerahan SHM menjadi bagian penting dari program tersebut karena memastikan rumah yang diterima benar-benar menjadi milik para penerima dan dapat menjadi aset bagi keluarga.

“Yang kita serahkan hari ini bukan sekadar kunci rumah, tetapi juga sertifikat hak milik. Artinya, rumah tersebut benar-benar menjadi milik Bapak dan Ibu, menjadi tempat untuk pulang, berkumpul bersama keluarga, dan mudah-mudahan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.

Adapun, komitmen BTN terhadap penyediaan hunian layak juga diwujudkan melalui dukungan terhadap pembangunan dan renovasi rumah layak huni. Nixon menuturkan, sejak 2022 hingga 2026, BTN telah mendukung pembangunan maupun renovasi 477 rumah sosial bagi keluarga prasejahtera, masyarakat berpenghasilan rendah, nelayan, petani pesisir, hingga masyarakat terdampak bencana di berbagai wilayah Indonesia.

“Persoalan perumahan Indonesia tidak cukup dijawab hanya dengan membangun rumah. Kita juga harus membangun manusia dan ekosistem perumahan yang akan menjadi fondasi perumahan Indonesia di masa depan,” pungkas Nixon.

Mantan pemain sepak bola legendaris Indonesia, Rully Nere, mengapresiasi pemberian rumah dari BTN tersebut. Perhatian negara terhadap atlet melalui penyediaan hunian layak, merupakan penghargaan atas kontribusi mereka sekaligus dapat mendorong generasi muda untuk berprestasi di bidang olahraga.

“Saya sangat mengapresiasi pemberian rumah ini. Ini menunjukkan bahwa atlet yang sudah berjasa untuk Indonesia masih dihargai dan diperhatikan. Saya berharap perhatian seperti ini dapat menjadi motivasi bagi generasi muda untuk berani memilih jalan sebagai atlet dan terus mengharumkan nama Indonesia,” ujar Rully.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang