Antisipasi Cuaca Ekstrem, Lebih dari 1 Ton Garam Disebar di Langit Jakarta

Anton Medium.jpeg

Jumat, 16 Januari 2026 – 22:11 WIB

Petugas BPBD DKI saat memasukkan bahan semai berupa garam dapur untuk Operasi Modifikasi Cuaca di Jakarta, Jumat (16/1/2026). (Foto: Antara)

Petugas BPBD DKI saat memasukkan bahan semai berupa garam dapur untuk Operasi Modifikasi Cuaca di Jakarta, Jumat (16/1/2026). (Foto: Antara)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta menyebarkan 1,6 ton garam dapur (natrium klorida/NaCl) dalam Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi di langit Ibu Kota.

“Seluruh pelaksanaan dilakukan berdasarkan analisis meteorologi dan hasil pemantauan cuaca terkini,” kata Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta Isnawa Adji, Jumat (16/1/2026).

Menurut dia, pelaksanaan OMC yang dilakukan Pemprov DKI berlangsung selama lima hari, mulai 16 hingga 20 Januari 2026, dan dilaksanakan secara terpadu bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta TNI Angkatan Udara (TNI AU).

Isnawa mengatakan, kegiatan operasi dipusatkan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur menggunakan pesawat CASA 212 A-2105 milik TNI AU.

Pada hari pertama pelaksanaan, lanjut dia, dilaksanakan dua kali penerbangan dengan total bahan semai 1.600 kilogram NaCl yang disebarkan di wilayah perairan Selat Sunda untuk meluruhkan awan hujan yang bergerak menuju daratan sehingga presipitasi terkonstrasi di perairan.

“Penerbangan pertama dilaksanakan pukul 13.28-14.48 WIB. Sebanyak 800 kilogram NaCl disemai pada ketinggian terbang 8.000–12.000 kaki untuk mendukung pengendalian pertumbuhan awan hujan,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk penerbangan kedua dilaksanakan pada pukul 15.40-17.30 WIB dengan ketinggian terbang 9.000 kaki dan jumlah bahan semai seberat 800 kilogram NaCl.

Isnawa menjelaskan pelaksanaan OMC hari pertama ini dilakukan dengan fokus penyemaian di wilayah perairan sebagai bagian dari strategi mitigasi dini untuk mengendalikan pertumbuhan awan hujan sebelum bergerak menuju daratan Jakarta.

“OMC ini merupakan langkah preventif untuk mengurangi potensi hujan berintensitas tinggi yang dapat berdampak pada genangan dan banjir di DKI Jakarta,” tandasnya.