Ambisi Gila China: Bangun Pusat Data Raksasa di Orbit 800 Km, Era Komputasi Antariksa Dimulai!

China tidak pernah berhenti memukau dunia dengan ambisi teknologi mereka yang melampaui batas. Kali ini, rencana pembangunan infrastruktur digital mereka tak lagi menyasar Bumi, melainkan berorientasi ke angkasa luar. Komisi sains-teknologi Beijing, bersama lembaga riset dan perusahaan antariksa lokal, tengah merancang pembangunan Pusat Data Antariksa di orbit fajar-senja, sekitar 700-800 kilometer di atas Bumi.

Menurut laporan Science and Technology Daily pada Jumat (28/11/2025), proyek ambisius ini diungkap dalam pertemuan penting Komisi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kota Beijing dan Beijing Astro-future Institute of Space Technology. Tujuan utamanya adalah membentuk sistem terpusat berskala raksasa dengan kapasitas daya yang melampaui level gigawatt.

Pusat data antariksa ini akan mencakup tiga subsistem utama: daya komputasi antariksa, transmisi relai, dan subsistem kendali darat. Yang lebih mencengangkan, setiap subpusat dalam sistem orbit ini dirancang mampu menampung klaster server dengan total kapasitas hingga jutaan kartu.

Tiga Tahap Menuju Dominasi Komputasi Antariksa 2035

Proyek monumental ini direncanakan dibangun dalam tiga tahapan bertingkat. Target akhir yang dicanangkan sangat ambisius: pada tahun 2035, sebuah pusat data antariksa berskala penuh dan besar harus didirikan untuk mendukung komputasi berbasis antariksa. Ini adalah sinyal jelas bahwa Beijing tak hanya ingin menjadi penonton, tetapi penguasa infrastruktur informasi masa depan.

Untuk mendukung langkah strategis ini, sebuah konsorsium inovasi untuk pusat data antariksa telah diluncurkan. Dipimpin oleh Beijing Astro-future Institute of Space Technology dan perusahaan afiliasinya, konsorsium ini menyatukan 24 organisasi kunci dari berbagai rantai industri.

Konsorsium ini memiliki misi ganda: tidak hanya membangun pusat data, tetapi juga mendorong integrasi teknologi mutakhir. Mereka akan memadukan pusat data antariksa dengan Kecerdasan Buatan (AI), komunikasi seluler, material baru, dan energi baru. Perpaduan ini diharapkan dapat mengembangkan model bisnis baru yang revolusioner dalam aplikasi informasi antariksa.

Integrasi Strategis AI dan Peluncuran Eksperimental

Komisi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kota Beijing secara eksplisit menyatakan bahwa pusat data antariksa ini adalah integrasi strategis antara antariksa komersial dan AI. Ini menunjukkan pergeseran paradigma dari eksplorasi antariksa tradisional menuju pembangunan infrastruktur komersial berbasis AI di luar angkasa.

Sebagai langkah awal yang konkret, pengembangan satelit eksperimental generasi pertama untuk pusat data ini telah rampung. Peluncuran satelit uji coba ini dijadwalkan pada akhir 2025 atau paling lambat awal 2026.

Beijing berkomitmen penuh untuk meningkatkan dukungan dan memosisikan proyek ini sebagai arah utama pembangunan pusat inovasi iptek internasional. Tujuannya adalah membantu membentuk rantai industri baru dan siklus komersial tertutup yang menjanjikan keuntungan strategis dan ekonomi di masa depan. China jelas berinvestasi besar pada frontier teknologi yang akan mengubah cara dunia memproses data.