Liga Primer – Liverpool vs Crystal Palace – Anfield, Liverpool, Inggris – 14 April 2024 Para penggemar melihat tugu peringatan Liverpool untuk mengenang para korban bencana Hillsborough di luar stadion sebelum pertandingan. (Foto: Carl Recine)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Bayang-bayang kelam Tragedi Hillsborough yang telah menghantui sepak bola Inggris selama lebih dari tiga dekade akhirnya mendapatkan titik terang yang menyakitkan. Sebuah investigasi monumental yang dirilis pada Selasa (2/12) menyimpulkan bahwa 12 mantan perwira polisi senior seharusnya menghadapi dakwaan pelanggaran berat (gross misconduct) atas peran mereka dalam bencana yang menewaskan 97 pendukung Liverpool tersebut.
Laporan dari Kantor Independen untuk Perilaku Polisi (IOPC) ini menjadi bab penutup dari penyelidikan selama 13 tahun terhadap bencana stadion terburuk dalam sejarah olahraga Inggris.
Kegagalan Polisi dan Manipulasi Fakta
Tragedi yang terjadi pada sore musim semi yang cerah di tahun 1989 itu, saat semifinal Piala FA antara Liverpool dan Nottingham Forest, awalnya ditudingkan oleh pihak kepolisian kepada para suporter yang diklaim mabuk dan tidak tertib.
Namun, laporan IOPC secara tegas meruntuhkan narasi tersebut—sebuah narasi yang telah dilawan oleh keluarga korban dan warga Liverpool selama bertahun-tahun. Investigasi menemukan fakta mengejutkan mengenai upaya sistematis untuk menutupi kesalahan aparat:
Manipulasi Pernyataan: Sebanyak 327 pernyataan petugas diubah pasca-kejadian untuk mengalihkan kesalahan dari kepolisian.
Investigasi Bias: Tinjauan awal yang dilakukan oleh Kepolisian West Midlands setelah insiden dinilai cacat hukum karena para petugas bersikap bias demi melindungi rekan sejawat mereka.
“Aib Nasional”
Wakil Direktur Jenderal IOPC, Kathie Cashell, memberikan pernyataan yang menohok hati nurani publik Inggris. Ia mengakui bahwa para korban dan keluarga mereka telah dikecewakan berulang kali oleh sistem.
“Apa yang harus mereka (keluarga korban) tanggung selama lebih dari 36 tahun adalah sumber aib nasional,” ujar Cashell.
Laporan tersebut menegaskan bahwa jika ke-12 perwira tersebut—termasuk Kepala Polisi South Yorkshire saat itu, Peter Wright—masih aktif bertugas hari ini, mereka akan menghadapi sidang indisipliner dengan ancaman pemecatan. Namun, karena mereka telah pensiun atau meninggal dunia, sanksi administratif tidak lagi dapat diberlakukan.
Batas Keadilan
Meskipun laporan ini membenarkan posisi para suporter bahwa mereka tidak bersalah (korban dinyatakan unlawfully killed atau dibunuh secara tidak sah dalam inkues sebelumnya), aspek pidana tetap menjadi luka yang belum terbasuh.
Hingga saat ini, tidak ada satu pun perwira polisi yang dijatuhi hukuman pidana. David Duckenfield, komandan polisi yang bertanggung jawab pada pertandingan tersebut, dinyatakan tidak bersalah atas tuduhan pembunuhan tak berencana (manslaughter) pada pengadilan tahun 2019.
Menepis Teori Konspirasi
Selain mengungkap kesalahan polisi, IOPC juga menutup buku terhadap beberapa spekulasi yang beredar lama. Laporan tersebut tidak menemukan bukti bahwa telepon keluarga korban atau aktivis disadap, atau bahwa mereka berada di bawah pengawasan intelijen. Selain itu, tidak ditemukan bukti adanya konspirasi luas yang melibatkan kelompok rahasia Freemason dalam upaya penutupan kasus ini.
Laporan ini menjadi validasi terakhir bagi “The 97” dan keluarga mereka: bahwa kesalahan sepenuhnya terletak pada manajemen keamanan stadion dan kepolisian, bukan pada para pendukung yang datang untuk mendukung tim kesayangan mereka.














